Tak Bisa Jauh dari Ponsel, Normal atau Nomophobia?

  • 13 Jul 2026 15:04 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Penggunaan ponsel telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai nomophobia atau no mobile phone phobia.

Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan menjelaskan bahwa nomophobia merupakan kondisi ketika seseorang merasa cemas, gelisah, bahkan stres saat lupa membawa ponsel atau tidak dapat mengaksesnya. Kondisi ini dapat muncul ketika ponsel tertinggal, kehabisan baterai, kehilangan sinyal, atau tidak memiliki akses internet.

Seseorang yang mengalami nomophobia biasanya memiliki keinginan untuk terus memeriksa ponselnya, meskipun tidak ada notifikasi yang masuk. Kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang sulit berkonsentrasi saat belajar, bekerja, maupun berinteraksi dengan orang lain.

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang dipublikasikan di PubMed menemukan bahwa nomophobia memiliki hubungan positif dengan kecemasan, kecanduan ponsel pintar, dan gangguan tidur. Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat nomophobia, semakin besar pula risiko seseorang mengalami masalah psikologis tersebut. (PubMed)

Selain berdampak pada kesehatan mental, penggunaan ponsel yang tidak terkendali juga dapat mengganggu kualitas tidur. Paparan layar dan kebiasaan menggunakan ponsel hingga larut malam membuat tubuh lebih sulit beristirahat secara optimal.

Kementerian Kesehatan menyarankan masyarakat mulai membatasi penggunaan ponsel dalam aktivitas sehari-hari. Mengurangi durasi penggunaan gawai serta tidak selalu membawa ponsel ke setiap aktivitas dapat membantu mengurangi ketergantungan.

Aktivitas seperti berolahraga, membaca buku, atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan ponsel. Cara tersebut membantu menciptakan keseimbangan antara kehidupan digital dan interaksi sosial secara langsung.

Apabila rasa cemas saat jauh dari ponsel mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, produktivitas, maupun hubungan sosial, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan. Penanganan yang tepat dapat membantu mengatasi kecemasan sekaligus membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara lebih sehat.

Meski belum diakui sebagai gangguan mental tersendiri dalam pedoman diagnosis internasional, nomophobia menjadi perhatian para peneliti karena dampaknya terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup. Karena itu, penggunaan ponsel secara bijak menjadi langkah penting agar teknologi tetap memberikan manfaat tanpa menimbulkan ketergantungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....