Dokter: Jangan Takut Biopsi, Langkah Awal Menentukan Terapi Kanker
- 12 Jul 2026 09:13 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Deteksi dini menjadi langkah penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker. Semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar peluang pasien memperoleh penanganan yang optimal.
Dokter Spesialis Bedah Onkologi, dr. I Wayan Wisnu Brata, Sp.B, Subsp.Onk(K), mengatakan banyak pasien yang kehilangan harapan saat pertama kali didiagnosis kanker. Menurutnya, diagnosis tersebut justru menjadi awal perjuangan untuk mendapatkan pengobatan terbaik.
"Yang pertama runtuh ketika seseorang didiagnosis kanker adalah harapannya. Padahal ini merupakan awal perjuangan kita untuk bisa mengobati secara maksimal," ujar Wisnu dalam Dialog Bogor Pagi Ini edisi Jumat, 10 Juli 2026.
Ia mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada kanker, seperti batuk berkepanjangan, nyeri dada, gangguan pernapasan, penurunan berat badan, atau menurunnya nafsu makan. Pemerintah juga telah mendorong pelaksanaan skrining agar kanker dapat ditemukan sejak stadium awal.
"Semakin awal kanker didiagnosis dan ditemukan, angka kesembuhannya makin tinggi sehingga harapannya juga semakin baik," katanya. Menurutnya, deteksi dini merupakan investasi terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Wisnu menjelaskan dukungan keluarga sangat dibutuhkan sejak proses skrining, diagnosis, hingga pengobatan. Ia menilai masih banyak mitos yang membuat pasien memilih pengobatan alternatif sehingga datang ke rumah sakit dalam kondisi stadium lanjut.
Menurutnya, tindakan pembedahan menjadi terapi utama pada kanker stadium awal karena masih berpeluang memberikan hasil kuratif. Sementara pada stadium lanjut, pasien umumnya memerlukan kombinasi terapi melalui pendekatan multidisiplin.
"Biopsi justru merupakan pintu utama untuk memastikan diagnosis sehingga dokter dapat menentukan terapi yang tepat. Masyarakat tidak perlu takut menjalani biopsi karena teknologi saat ini membuat prosedurnya lebih aman dan minimal invasif," ujarnya.
Wisnu menambahkan perkembangan teknologi bedah onkologi di Indonesia semakin maju, termasuk hadirnya imunoterapi, operasi minimal invasif, hingga rekonstruksi payudara setelah operasi kanker. Ia berharap masyarakat tidak menunda pemeriksaan apabila menemukan benjolan atau keluhan yang mengarah pada kanker karena semakin cepat ditangani, peluang kesembuhan akan semakin besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....