Jangan Ditunda, Usus Buntu Bisa Pecah jika Terlambat Ditangani
- 09 Jun 2026 14:14 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Masyarakat diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan medis saat mengalami nyeri perut yang tidak kunjung membaik. Keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, terutama jika keluhan tersebut disebabkan oleh usus buntu.
Dokter Spesialis Bedah RSUD Bakti Pajajaran Kabupaten Bogor, dr. Aulia Rahman Anshary, Sp.B, mengatakan masih banyak pasien yang datang ke rumah sakit ketika kondisi penyakitnya sudah berkembang. Menurutnya, hal itu kerap terjadi karena gejala awal sering dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa.
"Kalau ternyata pasiennya usus buntu, penanganannya jadi lebih lama. Takutnya usus buntunya sudah sampai pecah," ujar dr. Aulia dalam Dialog Astacita Bogor Pagi edisi Selasa, 9 Juni 2026.
Ia menjelaskan, gejala usus buntu umumnya diawali dengan nyeri di bagian tengah perut yang kemudian berpindah ke area kanan bawah. Seiring waktu, rasa nyeri biasanya semakin meningkat dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menurut dr. Aulia, kondisi usus buntu yang pecah dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Infeksi tidak hanya terjadi di sekitar usus buntu, tetapi juga berpotensi menyebar ke rongga perut hingga memengaruhi organ tubuh lainnya.
"Kalau usus buntunya pecah, bisa menimbulkan infeksi yang lebih luas. Perbaikannya menjadi lebih sulit dibandingkan jika ditangani lebih awal," katanya.
Karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila nyeri perut tidak membaik meski telah mengonsumsi obat-obatan awal. Pemeriksaan sejak dini dinilai penting untuk memastikan penyebab keluhan sekaligus mencegah risiko komplikasi yang lebih berat.
"Kalau sudah minum obat tetapi tidak ada perubahan, sebaiknya segera ke dokter atau IGD. Jangan ditunda-tunda karena bisa berisiko lebih berat," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....