Mendeteksi Kuman TBC Hanya dalam Hitungan Jam

  • 13 Jul 2026 07:30 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Masyarakat yang mengalami gejala batuk menahun kini tidak perlu lagi menunggu lama untuk mengetahui diagnosis penyakit Tuberkulosis (TBC). Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Bukittinggi saat ini telah dilengkapi alat canggih Tes Cepat Molekuler (TCM) yang mampu mendeteksi kuman TBC hanya dalam hitungan jam.

Hal tersebut disampaikan oleh Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), Rina Syafriani, dalam dialog interaktif Generasi Sehat di RRI Bukittinggi. Ia menjelaskan bahwa kehadiran teknologi baru ini memangkas waktu tunggu pasien secara signifikan jika dibandingkan dengan metode konvensional terdahulu.

"Jika dahulu pemeriksaan dahak secara mikroskopis membutuhkan waktu berhari-hari, sekarang dengan alat TCM yang berbasis teknologi pemeriksaan DNA ini, hasilnya bisa keluar dalam beberapa jam saja atau paling lambat keesokan harinya," ujar Rina.

Akurasi Tinggi Berbasis DNA

Rina menambahkan, keunggulan alat TCM ini tidak hanya pada kecepatannya, melainkan juga pada tingkat akurasinya yang sangat tinggi. Alat ini mampu mendeteksi keberadaan bakteri Mycobacterium tuberculosis sekaligus mengidentifikasi apakah kuman tersebut sudah kebal terhadap obat tertentu (resistensi obat). Teknologi ini mempermudah dokter di Puskesmas untuk memberikan dosis dan jenis obat yang tepat sejak hari pertama pasien terdiagnosis.

Dialog Interaktif Generasi Sehat PRO 1 RRI Bukittinggi

Layanan Seratus Persen Gratis untuk Semua Pasien

Selain kemudahan teknologi, masyarakat juga diimbau untuk tidak mencemaskan masalah biaya. Rina menegaskan bahwa seluruh rangkaian pemeriksaan penunjang untuk penyakit TBC di Puskesmas sama sekali tidak dipungut biaya.

Kebijakan pembebasan biaya ini berlaku mutlak bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang status ekonomi maupun jenis kepesertaan jaminan kesehatan pasien.

"Pemeriksaan program TBC ini seratus persen gratis. Aturan ini berlaku baik bagi pasien penjaminan BPJS Kesehatan maupun pasien umum non-BPJS. Hal ini karena penanggulangan TBC merupakan bagian dari program prioritas nasional pemerintah untuk mengeliminasi penyakit tersebut dari masyarakat," tegasnya.

Pada akhir sesi dialog, pihak fasilitas kesehatan masyarakat mengimbau warga yang mengalami gejala batuk terus-menerus selama lebih dari dua minggu untuk segera mendatangi Puskesmas terdekat. Deteksi dini dinilai menjadi kunci utama untuk memutus mata rantai penularan TBC di lingkungan keluarga dan tempat kerja. (NAS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....