Makanan yang Mengandung Gas dan Bikin Kembung

  • 12 Jul 2026 10:23 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Perut kembung merupakan keluhan yang sering dialami masyarakat setelah mengonsumsi makanan tertentu. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan gas di saluran pencernaan sehingga menimbulkan rasa penuh, begah, dan tidak nyaman.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menjelaskan bahwa perut kembung bukanlah penyakit, melainkan gejala yang dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk konsumsi makanan yang menghasilkan gas berlebih di dalam usus. Oleh karena itu, mengenali jenis makanan pemicu kembung menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Salah satu jenis makanan yang dapat memicu pembentukan gas adalah kacang-kacangan, seperti kacang merah, kacang hijau, dan kedelai. Makanan ini mengandung karbohidrat kompleks yang sulit dicerna sehingga difermentasi oleh bakteri usus dan menghasilkan gas.

Meski demikian, kacang-kacangan tetap merupakan sumber protein nabati dan serat yang baik bagi tubuh. Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar agar manfaat gizinya tetap diperoleh tanpa menimbulkan gangguan pencernaan.

Sayuran seperti brokoli, kubis, kol, dan kembang kol juga termasuk makanan yang berpotensi menyebabkan perut kembung. Kandungan serat dan gula alami tertentu pada sayuran tersebut dapat meningkatkan produksi gas selama proses pencernaan.

Walaupun demikian, sayuran hijau tetap dianjurkan sebagai bagian dari pola makan sehat karena kaya vitamin, mineral, dan antioksidan. Mengolah sayuran hingga matang dan mengonsumsinya dalam porsi yang sesuai dapat membantu mengurangi risiko timbulnya kembung.

Selain makanan padat, produk susu juga dapat memicu perut kembung, terutama pada orang yang mengalami intoleransi laktosa. Ketika tubuh kekurangan enzim laktase, gula susu tidak dapat dicerna dengan sempurna dan akhirnya difermentasi oleh bakteri di usus.

Akibatnya, penderita dapat mengalami perut kembung, sering buang angin, hingga diare setelah mengonsumsi susu atau produk olahannya. Bagi kondisi tersebut, Kemenkes menyarankan untuk memilih produk rendah laktosa atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila keluhan sering berulang.

Makanan dan minuman yang mengandung fruktosa tinggi juga dapat meningkatkan pembentukan gas pada sebagian orang. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda menyebabkan gas karbon dioksida masuk ke saluran pencernaan sehingga perut terasa penuh.

Tidak hanya jenis makanan, cara makan juga memengaruhi munculnya kembung. Makan terlalu cepat atau sambil berbicara dapat menyebabkan udara ikut tertelan sehingga memperparah penumpukan gas di dalam lambung.

Makanan tinggi lemak, seperti gorengan dan makanan cepat saji, juga dapat membuat perut terasa begah. Hal ini disebabkan karena makanan berlemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga memperlambat proses pengosongan lambung.

Kondisi tersebut membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dan meningkatkan kemungkinan munculnya kembung. Oleh sebab itu, konsumsi makanan berlemak sebaiknya dibatasi dan diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang.

Di ingatkan agar masyarakat memperbanyak minum air putih, makan secara perlahan, serta mengonsumsi makanan berserat secara bertahap untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi pembentukan gas berlebih di dalam usus.

Apabila perut kembung terjadi terus-menerus, disertai nyeri hebat, muntah, demam, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....