Antasan Screening, Upaya Mahasiswa ULM Tingkatkan Deteksi Dini Stroke
- 03 Jul 2026 09:56 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjar - Pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah penting untuk mencegah meningkatnya penyakit tidak menular, terutama stroke, di tengah masyarakat. Semangat tersebut mendorong Himpunan Mahasiswa (HIMA) Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menghadirkan program Antasan Screening di Desa Antasan Senor Ilir.
Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat Tim PPK Ormawa HIMA PSKEP FKIK ULM yang didukung Direktorat Belmawa pada 2026. Kegiatan dilaksanakan di Desa Antasan Senor Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kamis, 2 Juli 2026.
Pembina HIMA Keperawatan FKIK ULM, Bernadetta, menjelaskan Antasan Screening menjadi kelanjutan dari program Antasan Edu Stroke yang telah dilaksanakan sebelumnya. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh edukasi mengenai penyakit tidak menular sekaligus mengikuti pemeriksaan kesehatan secara langsung.
"Selain memperoleh informasi mengenai penyakit tidak menular, masyarakat juga bisa mengetahui kondisi kesehatannya secara langsung," ujarnya saat diwawancarai. "Pendekatan ini menjadi bukti inovasi mahasiswa melalui aksi nyata, tidak hanya memberikan materi."
Selain pemeriksaan kesehatan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pengendalian tekanan darah, pola makan bergizi, aktivitas fisik, dan bahaya merokok. Pemeriksaan berkala diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar dapat mencegah penyakit berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Program Antasan Screening turut memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan kader kesehatan. Kegiatan tersebut juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta penguatan pelayanan kesehatan melalui program Asta Cita.

Sekretaris Desa Antasan Senor Ilir, Ahmadi, mengapresiasi kegiatan yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, edukasi kesehatan tersebut menambah pemahaman warga mengenai gejala stroke dan langkah awal penanganannya.
"Alhamdulillah, masyarakat kami menjadi lebih memahami gejala-gejala stroke dan langkah awal yang harus dilakukan apabila menemukan seseorang yang mengalami tanda-tanda stroke," ujarnya. "Semoga kerja sama ini dapat terus dilaksanakan pada kegiatan-kegiatan berikutnya."
Melalui Antasan Screening, budaya pemeriksaan kesehatan berkala diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat pedesaan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kalimantan Selatan secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....