Polresta Solo Perkuat Kampung Bebas Narkoba Hadapi Modus Baru
- 29 Jun 2026 21:21 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Peredaran narkoba di Kota Surakarta masih menjadi ancaman serius yang membutuhkan perhatian seluruh elemen masyarakat. Di tengah berkembangnya modus baru dan munculnya jenis-jenis narkotika baru, upaya pemberantasan tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
Momentum Hari Anti Narkotika Internasional menjadi pengingat perang melawan narkoba belum berakhir. Bahkan, Polresta Surakarta mencatat peningkatan pengungkapan kasus pada tahun 2026. Salah satu yang terbesar adalah keberhasilan menggagalkan peredaran lebih dari tiga kilogram sabu sebelum sempat beredar di wilayah Solo Raya.
Wakil Kasat Resnarkoba Polresta Surakarta, AKP Winarsih, mengatakan, saat ini ancaman narkoba semakin kompleks. Selain sabu, muncul pula narkotika jenis baru seperti tembakau sintetis dan cairan vape yang diduga mengandung zat narkotika. Meski belum ditemukan kasus peredarannya di Solo, kepolisian terus melakukan sosialisasi kepada pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum agar lebih waspada.
Tak hanya penindakan, kepolisian juga memperkuat langkah pencegahan melalui pembentukan Kampung Bebas Narkoba. Hingga kini, puluhan kampung telah dibentuk sebagai pusat edukasi sekaligus pengawasan berbasis masyarakat.
“Keberhasilan mengungkap sejumlah kasus besar juga tidak lepas dari keberanian warga yang melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka, “ ungkap Wakil Kasat Resnarkoba Polresta Surakarta AKP Winarsih saat dialog interaktif di RRI Senin 29 Juni 2026.
Sementara itu, Ketua DPC Granat Surakarta, Lenny Handoko, menilai sinergi antara kepolisian, Badan Narkotika Nasional, penggiat anti narkoba, dan masyarakat menjadi kunci utama menekan peredaran narkoba. Menurutnya, sindikat narkoba terus mengembangkan berbagai modus baru sehingga kewaspadaan masyarakat harus terus ditingkatkan melalui edukasi yang berkelanjutan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas.
“Tetapi paling tidak semakin lama semakin berkurang berkurang itu yang diharapkan. Tetapi ternyata kan justru semakin meningkat karena apa? Karena medsos gampang. akses apapun gampang dan mereka lebih canggih, lebih terfasilitasi. Sementara kita banyak keterbatasan tetapi no problem, kita tetap semangat untuk untuk memerangi itu semua,” ungkap Lenny Handoko.
Wakil Kasat Resnarkoba Polresta Surakarta, AKP Winarsih menambahkan masyarakat diimbau tidak ragu melaporkan dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba kepada aparat agar dapat segera ditindaklanjuti. (Lidia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....