Asma Bukan Hanya Sesak Nafas, Kenali Gejala yang Bisa Mengancam Jiwa!

  • 26 Jun 2026 04:37 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Asma masih sering dipahami masyarakat sebagai penyakit yang hanya ditandai dengan sesak napas. Padahal penyakit ini merupakan peradangan kronis pada saluran pernapasan yang dapat berkembang menjadi kondisi serius hingga mengancam jiwa.

Dokter dari IDI Madiun, dr. Fadlia Yulistiana, Sp.P., M.Kes., FISR menjelaskan bahwa asma dapat menyerang semua kelompok usia. Gejalanya pun beragam mulai dari sesak nafas, mengi, batuk malam hari hingga gangguan tidur. Menurutnya, penyempitan saluran napas menjadi penyebab utama munculnya keluhan pada penderita asma. Kondisi tersebut membuat aliran oksigen ke dalam tubuh menjadi terganggu.

Selain gejala ringan, asma juga dapat berkembang menjadi serangan berat yang dikenal sebagai silent chest. Pada kondisi ini, saluran napas menyempit secara ekstrem sehingga suara napas tidak lagi terdengar dan sulit terdeteksi oleh orang awam.

“Secara teori, asma adalah penyakit inflamasi kronis pada saluran napas. Asma tidak sekadar sesak napas karena memiliki berbagai gejala dan tingkat keparahan yang berbeda,” ujar dr. Fadlia.

Ia menambahkan bahwa serangan asma berat dapat terjadi secara tiba-tiba apabila tidak ditangani dengan baik. Karena itu, masyarakat perlu mengenali gejala sejak dini dan tidak menyepelekan penyakit tersebut. Diagnosis asma dilakukan melalui wawancara medis serta pemeriksaan fungsi paru seperti spirometri. Pemeriksaan tersebut membantu dokter menentukan tingkat keparahan dan penanganan yang sesuai.

Masyarakat yang mengalami gejala berulang dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Penanganan yang tepat dapat membantu penderita mengontrol penyakit dan mencegah komplikasi berbahaya.

Lebih lanjut, dr. Fadlia juga turut memberikan dukungan kebpada penderita asma untuk lebih mengetahui kapasitas dirinya sehingga mampu mencegah asma kambuh secara berulang. Beberapa hal bisa dilakukan salah satunya menggunakan pelindung masker saat berada di kawasan yang tercemar polusi udara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....