Tujuh Makanan yang Meredakan Peradangan
- 15 Apr 2026 13:21 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Kalau tubuh sering pegal, mudah lelah, atau punya masalah sendi, bisa saja itu adalah gejala dari peradangan, meskipun radang bisa dipengaruhi oleh musim, tetapi kita bisa untuk meminimalisir peradangan tersebut antara lain dengan mencoba tambahkan 7 makanan anti-radang ini ke menu harian.
Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, Sp.GK(K) Spesialis Gizi Klinik FKUI/RSCM mengatakan bahwa, "Omega-3 dari ikan berlemak seperti salmon bekerja menghambat produksi sitokin pro-inflamasi. Untuk kasus radang sendi ringan, konsumsi 2-3 kali seminggu sudah memberi efek positif."
Inilah 7 makanan yang bisa redakan peradangan :
| Baca juga: Apakah Bahaya jika Terlalu Banyak Sendawa? |
- Ikan Berlemak: Salmon, Sarden, Makarel, iakan salmon dan makarel Kaya omega-3 EPA & DHA yang langsung melawan senyawa pemicu radang di tubuh.Cukup 2-3 porsi seminggu sudah terasa efeknya.
- Kunyit + Lada HitamKurkumin dalam kunyit adalah anti-radang alami yang kuat. Lada hitam bikin penyerapannya naik 2000%.Tambahkan ke masakan, susu, atau jamu.
- Buah Beri: Blueberry, Stroberi, RaspberryPenuh antosianin, antioksidan yang menurunkan marker inflamasi CRP dalam darah.Bisa dimakan langsung atau dicampur yogurt.
- Sayuran Hijau: Bayam, Kale, BrokoliTinggi vitamin K, vitamin C, dan sulforafan yang membantu tubuh netralkan radikal bebas. Kukus sebentar supaya nutrisinya tetap terjaga.
- Minyak Zaitun Extra VirginMengandung oleocanthal, senyawa yang efeknya mirip ibuprofen alami.Pakai untuk dressing salad atau ditetes setelah masak.
- Jahe Gingerol di dalamnya menghambat jalur radang di tubuh. Ampuh juga buat mual dan nyeri haid. Seduh jadi teh atau parut ke masakan.
- Kacang & Biji: Almond, Kenari, Chia SeedSumber lemak sehat, serat, dan vitamin E yang melindungi sel dari kerusakan. Segenggam per hari cukup, jangan berlebihan karena kalorinya tinggi.
Radang atau peradangan bisa turun bukan dari 1 makanan aja, Kurangi juga pemicunya seperti gula berlebih, gorengan, dan daging olahan. Kalau radang kronis atau disertai nyeri hebat, sebaiknya harus di konsultasikan ke dokter.
Radang bisa dipengaruhi juga oleh musim, tapi tergantung jenis radangnya, antara lain :
- Radang yang sering kambuh karena musim
- Musim hujan/dingin, pemicunya biasanya Udara dingin dan lembap, bisa menimbulkan Nyeri sendi rematik & osteoarthritis sering kambuh. Tekanan udara turun bikin jaringan tubuh mengembang, menekan saraf sendi.
- Musim kemarau/panas pemicunya biasanya karena Dehidrasi dan polusi tinggi, sehingga bisa menimbulkan Radang tenggorokan, sinusitis, dan asma lebih sering. Udara kering iritasi saluran napas.
- Musim Pancaroba, pemicunya biasanya Perubahan suhu ekstrem biasanya akan timbul Flu, batuk, pilek dan radang menjadi akut karena virus mudah menyebar. Daya tahan tubuh juga turun.
- Musim bunga/serbuk sari pemicunya, Alergen sehingga bisa timbul Rhinitis alergi, asma, eksim. Radang ini terjadi karena sistem imun over-reaktif.
- Kenapa radang bisa terjadi seperti itu biasanya disebabkan beberapa faktor antra lain:
* Suhu & kelembapan: Dingin bikin pembuluh darah menyempit, aliran darah ke sendi berkurang sehingga menjadi kaku & nyeri.
* Panas dan kering : bikin selaput lendir hidung/tenggorokan iritasi sehingga menjadi radang.
* Virus & bakteri: Musim hujan = flu & DBD. Musim kemarau = ISPA karena debu.
* Pola hidup berubah: Pada Musim hujan orang mager olahraga ditambah dengan banyaknya makan gorengan sedangkan pada Musim panas kurang minum sehingga dehidrasi memicu radang tingkat sel.
* Vitamin D: Musim hujan jarang kena matahari jadi kadar vitamin D turun. Padahal vitamin D penting buat kontrol radang kronis.
- Yang tidak bergantung musimRadang kronis karena autoimun seperti lupus, Crohn’s, atau radang akibat obesitas & gula darah tinggi. Ini lebih dipengaruhi gaya hidup daripada cuaca
Musim bisa jadi pemicu, tapi bukan penyebab utama. Kalau daya tahan tubuh bagus dan pola makan bener, efek musim jadi minim.Kalau kamu ngerasa radang selalu kambuh tiap musim tertentu, catat polanya dan konsultasi ke dokter biar tahu pemicu pastinya ya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....