Ungkap Kandungan Natrium Tersembunyi dalam Menu Favorit Masyarakat

  • 23 Jun 2026 19:10 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon — Makanan favorit masyarakat Indonesia seperti siomay, bakso, dan soto ternyata menyimpan kandungan natrium yang perlu diwaspadai. Hal tersebut diungkapkan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @bgsadikin, dalam sebuah sidak kandungan garam pada sejumlah menu makan siang populer.

Dalam unggahannya, Budi melakukan pengecekan langsung terhadap tiga makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat dengan membawa sampel ke laboratorium untuk mengetahui kadar natrium di balik rasa gurih yang sering membuat orang sulit berhenti.

Salah satu temuan yang menarik perhatian adalah kandungan natrium dalam seporsi siomay lengkap dengan bumbu kacangnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, satu porsi siomay tersebut mengandung sekitar 1.600 miligram natrium. Angka ini mendekati batas maksimal konsumsi natrium harian yang direkomendasikan, yakni sekitar 2.000 miligram per hari.

Budi menjelaskan bahwa banyak orang selama ini hanya mengaitkan hipertensi dengan garam dapur. Padahal, sumber natrium juga bisa berasal dari bumbu tambahan yang memberikan rasa gurih, termasuk bumbu kacang yang menjadi pelengkap makanan seperti siomay.

“Sering makan siomay tiap hari? Bisa berisiko hipertensi karena kandungan natrium tersembunyi dalam bumbu kacangnya,” ungkap Budi dalam videonya.

Selain siomay, pemeriksaan juga dilakukan pada menu lain yang populer. Satu mangkuk Soto Betawi dengan kuah santan, kaldu, dan jeroan tercatat memiliki kandungan natrium sekitar 706 miligram. Sementara itu, satu porsi bakso dengan kuahnya dapat menyumbang sekitar 1.000 miligram natrium.

Menurut Budi, tingginya kandungan natrium sering kali bukan berasal dari makanan utamanya, melainkan dari kuah dan bumbu yang dikonsumsi dalam jumlah banyak. Kebiasaan menghabiskan seluruh kuah atau bumbu makanan bisa membuat asupan natrium harian cepat mendekati batas maksimal, bahkan baru dari satu waktu makan.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa mengabaikan kesehatan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membatasi konsumsi kuah atau bumbu, misalnya tidak menghabiskan seluruh bagian kuah dan cukup mengonsumsi secukupnya.

Dalam unggahan tersebut, Budi juga mengingatkan bahwa label gizi atau Nutri-Level tidak hanya memperhatikan kandungan gula, tetapi juga kadar garam dan lemak dalam makanan. Berdasarkan hasil pengujian, menu bakso dan soto mendapatkan kategori Nutri-Level C, sedangkan siomay dengan bumbu kacang mendapatkan kategori D.

Melalui edukasi ini, Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat untuk lebih sadar terhadap kandungan tersembunyi dalam makanan sehari-hari. Sebab, rasa gurih yang nikmat tidak selalu berarti aman jika dikonsumsi berlebihan, terutama bagi mereka yang memiliki risiko tekanan darah tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....