Makan Telur Setiap Hari, Sehat atau Berisiko? Ini Faktanya

  • 06 Jun 2026 15:05 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Telur menjadi salah satu bahan makanan yang hampir selalu ada di dapur masyarakat Indonesia. Selain harganya terjangkau, telur juga mudah diolah menjadi berbagai menu, mulai dari telur rebus, dadar, hingga campuran aneka masakan. Tak heran jika banyak orang menjadikan telur sebagai menu harian untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Namun, di balik popularitasnya, masih banyak pertanyaan yang muncul mengenai keamanan mengonsumsi telur setiap hari. Sebagian orang khawatir kandungan kolesterol dalam telur dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Lalu, benarkah makan telur setiap hari berbahaya?

Dilansir dari Alodokter, telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung berbagai nutrisi penting, seperti vitamin D, vitamin B12, selenium, serta berbagai asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Nutrisi tersebut berperan dalam menjaga stamina, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta membantu proses pembentukan dan perbaikan jaringan otot.

Selain itu, konsumsi telur juga dapat membantu mengontrol berat badan. Kandungan protein yang tinggi membuat seseorang merasa kenyang lebih lama sehingga dapat mengurangi keinginan untuk mengonsumsi camilan berlebihan. Karena itu, telur sering menjadi pilihan menu bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi telur tetap perlu diperhatikan. Alodokter menjelaskan bahwa kuning telur mengandung kolesterol yang cukup tinggi, yakni sekitar 185–200 miligram per butir. Pada sebagian orang, terutama yang memiliki riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat atau LDL dalam darah.

Tidak hanya itu, makan telur dalam jumlah berlebihan juga berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan seperti kembung atau rasa tidak nyaman pada perut. Pada individu tertentu, telur bahkan dapat memicu reaksi alergi yang ditandai dengan gatal-gatal, ruam kulit, atau sesak napas.

Para ahli gizi umumnya merekomendasikan konsumsi 1–2 butir telur per hari bagi orang dewasa yang sehat. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan protein tanpa meningkatkan risiko kesehatan secara signifikan. Bagi penderita kolesterol tinggi atau penyakit jantung, konsumsi kuning telur sebaiknya dibatasi sesuai anjuran tenaga medis.

Cara pengolahan telur juga memengaruhi manfaat yang diperoleh tubuh. Telur yang direbus atau dikukus hingga matang lebih dianjurkan dibandingkan telur yang digoreng dengan banyak minyak. Selain itu, telur sebaiknya dimasak hingga matang sempurna untuk mengurangi risiko infeksi bakteri seperti Salmonella.

Pada akhirnya, makan telur setiap hari bukanlah masalah bagi kebanyakan orang yang sehat, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang. Mengombinasikan telur dengan sayur, buah, serta sumber protein lain akan membantu tubuh memperoleh nutrisi yang lebih lengkap dan menjaga kesehatan secara optimal.




Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....