Vape atau Rokok Konvensional, Mana yang Lebih Berbahaya?
- 12 Jun 2026 13:35 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Perdebatan mengenai tingkat bahaya vape dan rokok konvensional masih menjadi perhatian masyarakat. Banyak orang beralih ke vape karena menganggapnya lebih aman dibandingkan rokok biasa. Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa keduanya tetap memiliki risiko bagi kesehatan dan tidak dapat dianggap sepenuhnya aman.
Rokok konvensional diketahui mengandung ribuan zat kimia berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran tembakau. Sejumlah zat tersebut, seperti tar dan karbon monoksida, telah terbukti meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk kanker paru-paru, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan kronis.
Di sisi lain, vape bekerja dengan memanaskan cairan yang umumnya mengandung nikotin, perasa, dan bahan kimia lainnya. Meskipun tidak menghasilkan tar seperti rokok konvensional, penelitian menunjukkan bahwa uap vape tetap dapat mengandung zat yang berpotensi membahayakan paru-paru dan sistem pernapasan, terutama jika digunakan dalam jangka panjang.
Sejumlah pakar menilai bahwa vape mungkin memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional dalam aspek tertentu karena tidak melibatkan proses pembakaran tembakau.
Namun, hal tersebut bukan berarti vape aman digunakan. Risiko kecanduan nikotin, gangguan paru-paru, hingga dampak terhadap kesehatan jantung tetap menjadi perhatian utama.
Para tenaga kesehatan menyarankan masyarakat untuk tidak menganggap vape sebagai produk tanpa risiko. Cara terbaik untuk menjaga kesehatan tetaplah dengan menghindari penggunaan produk tembakau maupun rokok elektronik.
Dengan tidak merokok dan tidak menggunakan vape, risiko berbagai penyakit akibat nikotin dan zat kimia berbahaya dapat dikurangi secara signifikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....