Mengapa Anak-Anak Rentan Kudisan?
- 01 Jun 2026 09:13 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID,Gunungsitoli - Kudisan atau skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau mikroskopis bernama Sarcoptes scabiei. Penyakit ini sering menyerang anak-anak karena beberapa faktor yang membuat mereka lebih mudah terpapar dan tertular.
Di kutip dari Halodoc kudis pada anak adalah infeksi kulit yang sangat menular. Penyakit ini dipicu oleh tungau betina Sarcoptes scabiei yang masuk dan bersarang di lapisan kulit terluar. Tungau ini akan membuat terowongan dan bertelur, menyebabkan reaksi alergi pada kulit. Kondisi ini dapat menyebar dengan cepat di lingkungan yang padat atau melalui kontak fisik yang erat.
| Baca juga: Dampak Dari Kekurangan Vitamin A pada Tubuh |
Anak-anak cenderung sering melakukan kontak fisik dengan teman-temannya saat bermain, belajar, atau beraktivitas di sekolah. Karena kudisan dapat menular melalui kontak kulit yang erat dan berkepanjangan, risiko penularan pada anak menjadi lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.
Selain itu, anak-anak sering berbagi barang pribadi seperti handuk, selimut, bantal, pakaian, atau mainan. Jika barang-barang tersebut digunakan oleh penderita kudisan, tungau penyebab skabies dapat berpindah dan menginfeksi anak lain.
| Baca juga: Apakah Anak Alergi Bisa Sembuh |
Sistem kekebalan tubuh anak yang masih berkembang juga dapat membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi kulit. Ditambah lagi, anak-anak sering kali belum memahami pentingnya menjaga kebersihan diri secara konsisten, seperti mandi teratur dan mengganti pakaian bersih setiap hari.
Gejala kudisan pada anak biasanya berupa rasa gatal yang sangat mengganggu, terutama pada malam hari. Kulit dapat muncul ruam, bintil-bintil kecil, atau luka akibat sering digaruk. Bagian tubuh yang sering terkena antara lain sela-sela jari, pergelangan tangan, siku, ketiak, perut, dan lipatan kulit.
Untuk mencegah kudisan, orang tua perlu mengajarkan kebiasaan hidup bersih, mencuci pakaian dan seprai secara rutin, menghindari berbagi barang pribadi, serta segera memeriksakan anak ke tenaga kesehatan jika muncul gejala yang mencurigakan.
Dengan menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan penderita, risiko kudisan pada anak dapat dikurangi sehingga kesehatan kulit mereka tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....