Apakah Anak Alergi Bisa Sembuh

  • 18 Jun 2026 21:17 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Setiap orang tua pasti pernah mendengar kata alergi. Namun, pengertian alergi bagi satu orang tua bisa berbeda yang lain. Sebenarnya, alergi adalah salah satu jenis gangguan dari sistem kekebalan. Alergi dapat terjadi bila sistem kekebalan seseorang memiliki sensitivitas yang berlebhian terhadap protein tertentu, yang bagi orang lain tidak menimbulkan masalah.

Dikutib dari laman idai.or.id, Seorang dokter menganggap alergi sebagai sebuah kondisi yang hiper-imun dalam arti sistem kekebalan yang berlebihan atau hipersensitif. Orang tua sering menganggap alergi sebagai kekebalan yang lemah karena penderitanya sering sakit. Akibatnya, orang tua dari anak alergi menginginkan anak mereka ditingkatkan kekebalannya dengan meminta dokter memberikan berbagai vitamin dan obat peningkat kekebalan.

Biasanya orang tua mulai berpikir anaknya menderita alergi bila menderita sakit yang tak kunjung sembuh. Gejala alergi pada anak dapat berbeda- beda . Gejala bisa berwujud gatal, diare, nyeri perut, sariawan, migraine, batuk, pilek, atau sesak. Biasanya gejala berlangsung cukup lama atau tak kunjung sembuh. Gejala sering berulang dengan penyebab yang sama misalnya setelah mengonsumsi makanan tertentu, berada di dekat hewan berbulu atau terpapar debu rumah. Dugaan alergi semakin kuat dengan adanya kerabat dekat anak yang memiliki riwayat alergi (ayah, ibu, saudara kandung, kakek, dan nenek).

Untuk membedakan alergi dengan infeksi, ada tiga informasi yang dibutuhkan, yaitu: (1)apakah disertai demam?

(2) apakah keluhan siang hari lebih dominan dari pagi dan malam hari?

(3)apakah ingus atau reaknya kental dan berwarna? Bila ketiga pertanyaan tersebut dijawab “tidak”, gejala batuk pilek yang diderita kemungkinan sangat besar disebabkan alergi. Namun, bila salah satu dari ketiga pertanyaan tersebut dijawab “ya”, gejala batuk pilek yang diderita kemungkinan sangat besar disebabkan serangan kuman (infeksi).

Metode eliminasi dan provokasi ini dapat diterapkan pada semua jenis makanan yang diduga menyebabkan alergi. Bila diduga penyebabnya lebih dari satu jenis makanan, semua makanan tersangka harus dieliminasi dulu dan dilanjutkan provokasi untuk semua jenis makanan selama satu minggu. Untuk alergi tertentu dapat dipastikan dengan melakukan tes alergi, misalnya dengan cara uji kulit atau pemeriksaan laboratorium. Pihak yang memberi surat permintaan untuk tes alergi ini adalah dokter.

Seorang anak bisa sembuh atau terbebas dari gejala alergi bila kita memiliki kemampuan mengenali gejala alergi, kemampuan mendeteksi anak kita alergi terhadap apa, dan kemampuan mengontrol alergen penyebabnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....