Kurban Sehat Demi Ibadah Berkualitas

  • 27 Mei 2026 06:41 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Dalam pelaksanaan ibadah kurban, kesehatan hewan menjadi syarat yang sangat penting. Bahkan hewan dengan kondisi sakit ringan sekalipun tidak dianjurkan untuk dijadikan hewan kurban.

Mengutip dari akun Instagram drh. Risky Aprillian, M.Sc. @risky.aprillian, dalam hadis sahih, Rasulullah SAW melarang hewan yang buta, sakit, pincang, atau terlalu kurus untuk dikurbankan. Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa Islam sejak lama telah memperhatikan kualitas hewan dan keamanan pangan.

Prinsip ini ternyata sejalan dengan ilmu Kedokteran Hewan modern. Hewan yang sakit berpotensi membawa penyakit dan menghasilkan daging yang tidak layak konsumsi.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjadi tahapan penting sebelum penyembelihan dilakukan. Salah satu langkah awal adalah memastikan hewan memiliki sertifikat veteriner dari dokter hewan.

Sertifikat tersebut menandakan bahwa kondisi hewan telah diperiksa dan dinyatakan sehat. Pemeriksaan ini membantu mencegah penyebaran penyakit melalui daging kurban.

Tahap berikutnya dikenal sebagai ante mortem inspection atau pemeriksaan sebelum penyembelihan. Petugas akan mengecek kondisi fisik, suhu tubuh, perilaku, hingga kemungkinan adanya luka atau tanda penyakit.

Setelah penyembelihan, pemeriksaan kembali dilakukan melalui postmortem inspection. Organ seperti hati, paru-paru, limpa, dan karkas diperiksa untuk memastikan tidak ada cacing, abses, atau perubahan warna dan bau.

Pemeriksaan ini penting karena tidak semua penyakit terlihat dari luar tubuh hewan. Kehadiran dokter hewan dan petugas pemeriksa menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan.

Dalam Islam, kurban bukan hanya soal menyembelih hewan. Ada nilai ihsan atau berbuat baik yang mencakup kesejahteraan hewan dan keselamatan manusia yang mengonsumsi dagingnya.

Karena itu, memilih hewan kurban yang sehat menjadi bagian dari kesempurnaan ibadah. Kualitas hewan mencerminkan tanggung jawab moral sekaligus kepedulian terhadap sesama.

(Ridho Wicaksono)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....