Pentingnya Atur Batasan Emosional Bagi Para Pekerja
- 23 Mei 2026 20:48 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Tekanan dunia kerja modern yang menuntut produktivitas tinggi sering kali menjadi bumerang bagi kesehatan mental para pekerja. Jika tidak diantisipasi dengan baik, tumpukan tenggat waktu (deadline) dan beban tugas yang berlebihan dapat memicu stres berat hingga fase kelelahan fisik dan mental yang ekstrem atau burnout.
Menyikapi tantangan tersebut, Psikolog asal Jambi, Ridwan, menekankan pentingnya bagi setiap pekerja untuk memiliki kemampuan menetapkan batasan emosional yang sehat (psychological boundary) antara urusan profesional dan kehidupan pribadi.
Menurut Ridwan, salah satu pemicu utama stres di tempat kerja adalah hilangnya sekat waktu akibat kemudahan komunikasi digital, di mana urusan kantor sering kali ikut terbawa hingga ke rumah.
"Beban pekerjaan yang berat itu adalah hal yang nyata, namun kita harus tahu kapan harus berhenti secara mental. Cobalah untuk tegas membuat batasan. Begitu jam kantor selesai, komunikasikan secara baik bahwa waktu malam adalah momen untuk pemulihan energi fisik dan mental Anda bersama keluarga," ujar Ridwan saat memberikan pandangannya, Sabtu, 23 Mei 2026.
Selain membatasi waktu, Ridwan juga menyarankan para pekerja untuk menerapkan metode micro-breaks atau istirahat kecil di sela-sela jam kerja yang padat. Berjalan kaki selama lima menit, melakukan peregangan, atau sekadar menarik napas dalam-dalam secara teratur terbukti efektif menurunkan hormon kortisol yang memicu stres.
Ia juga mengingatkan agar pekerja tidak terjebak dalam kebiasaan memendam masalah sendiri. Ketika beban tugas dirasa sudah melewati batas kapasitas kemampuan, ruang diskusi dengan atasan atau rekan kerja harus dibuka untuk mencari solusi atau skala prioritas baru.
"Stres kerja itu bisa dikelola kalau kita tidak mengabaikan sinyal yang diberikan oleh tubuh. Ketika fokus mulai hilang dan emosi gampang tersulut, itu tandanya mental kita butuh jeda. Ingat, menjaga kesehatan mental bukan berarti kita lemah dalam bekerja, melainkan bentuk profesionalisme agar performa kita tetap terjaga dalam jangka panjang," pungkas Ridwan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....