Bahaya Multitasking Bagi Pekerja Bisa Picu Kelelahan Mental
- 23 Mei 2026 20:49 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Tuntutan untuk menyelesaikan banyak pekerjaan dalam satu waktu atau multitasking sering kali dianggap sebagai sebuah keahlian penunjang produktivitas yang hebat. Namun, alih-alih membuat tugas cepat selesai, kebiasaan memecah fokus secara konstan ini justru menjadi salah satu pemicu utama kelelahan mental, penurunan ketelitian, dan stres kronis di lingkungan kerja.
Menyikapi fenomena tersebut, Psikolog asal Jambi, Ridwan, menjelaskan bahwa secara biologis, otak manusia tidak dirancang untuk memproses beberapa tugas berat secara bersamaan. Ketika dipaksa melakukan multitasking, yang terjadi sebenarnya bukanlah penyelesaian tugas paralel, melainkan perpindahan fokus yang sangat cepat (task-switching) yang menguras banyak energi mental.
Sebagai solusinya, Ridwan menyarankan para pekerja untuk mulai beralih ke metode single-tasking dengan bantuan skala prioritas yang jelas setiap harinya.
"Kebiasaan memaksa otak bekerja multitasking secara terus-menerus bisa menurunkan kemampuan kognitif dan bikin emosi gampang tidak stabil. Cobalah buat daftar tugas harian, lalu selesaikan satu per satu berdasarkan tingkat urgensinya. Fokus penuh pada satu hal jauh lebih menyelamatkan kesehatan mental," ujar Ridwan, Sabtu, 23 Mei 2026.
Di samping membenahi pola kerja, manajemen energi juga menjadi poin krusial yang digarisbawahi oleh Ridwan. Banyak pekerja keliru dengan hanya mengelola waktu (time management) tanpa memperhitungkan sisa energi emosional mereka. Ketika energi sudah habis dipaksakan bekerja, rasa jenuh dan frustrasi akan lebih mudah datang.
Untuk menjaga keseimbangan energi tersebut, pekerja diimbau untuk tidak melewatkan hak-hak dasar tubuh seperti jam istirahat makan siang, kebutuhan hidrasi yang cukup, serta menjauhkan diri sejenak dari layar komputer di waktu jeda guna menyegarkan kembali fungsi kognitif otak.
"Banyak dari kita yang merasa bersalah kalau beristirahat sejenak di tengah tumpukan berkas. Padahal, jeda singkat itu seperti tombol refresh untuk mental. Mengelola kesehatan mental saat bekerja bukan tentang seberapa keras kita memicu diri, tapi seberapa bijak kita mengatur ritme kapan harus melaju dan kapan harus melandai," pungkas Ridwan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....