Tips Efektif Lepas dari Kecanduan Media Sosial

  • 23 Mei 2026 11:12 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Ketergantungan terhadap media sosial kini menjadi tantangan serius bagi banyak orang di era digital. Paparan informasi yang tanpa henti dan dorongan untuk selalu memperbarui status tidak jarang memicu gangguan kecemasan, penurunan produktivitas, hingga terganggunya pola tidur.

Menyikapi fenomena ini, Psikolog asal Jambi, Ridwan, menjelaskan bahwa kecanduan media sosial distimulasi oleh dopamin—hormon di otak yang bertanggung jawab atas rasa senang. Setiap kali seseorang menerima notifikasi, menyukai (like), atau melihat komentar di unggahannya, otak melepaskan dopamin yang membuat orang tersebut ingin terus mengulang aktivitas yang sama.

Untuk memutus rantai ketergantungan ini, Ridwan menyarankan masyarakat untuk mulai menerapkan metode digital detox atau detoks digital secara bertahap. Langkah paling sederhana bisa dimulai dengan membatasi waktu layar (screen time) dan membuat batasan area bebas gawai di dalam rumah.

"Langkah awal yang paling realistis adalah menjauhkan ponsel saat jam makan dan satu jam sebelum tidur. Jadikan kamar tidur sebagai area steril dari gawai agar kualitas tidur membaik dan otak memiliki waktu untuk beristirahat tanpa stimulasi visual yang berlebihan," ujar Ridwan saat diwawancarai, Sabtu, 23 Mei 2026.

Lebih lanjut, Ridwan menekankan pentingnya mencari aktivitas pengganti di dunia nyata yang juga bisa memicu hormon kebahagiaan secara sehat. Olahraga, membaca buku, atau berinteraksi langsung dengan keluarga dan teman dapat menjadi alternatif yang efektif untuk mengalihkan fokus dari layar ponsel.

Ia juga menyarankan pengguna untuk menyortir aplikasi di ponsel mereka. Menghapus aplikasi yang paling menyita waktu atau sekadar mematikan seluruh notifikasi non-esensial dinilai sangat membantu mengurangi dorongan impulsif untuk terus-menerus mengecek ponsel.

"Kuncinya bukan langsung berhenti total, melainkan membangun kendali diri. Kita yang harus mengendalikan teknologi, bukan teknologi yang mendikte hidup kita. Ketika konsisten melakukan pembatasan, ketergantungan itu perlahan akan terkikis dengan sendirinya," pungkas Ridwan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....