Lima Pilihan Obat Asam Urat Alami yang tanpa Efek Samping
- 22 Mei 2026 20:51 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - yang dijual bebas yang bisa meredakan penyakit tersebut, beberapa orang lebih memilih obat asam urat alami.
Alasannya, obat ini lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping. Lanas, asam urat bagus minum apa? Mau tahu apa saja, berikut ulasannya!
Asam urat adalah kondisi peradangan sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat. Kondisi ini bisa menyebabkan nyeri yang tak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di area persendian. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, asam urat menjadi salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama pada usia lanjut.
Sumber ini dikutip dari Halodoc, Kadar asam urat yang tinggi dalam darah (hiperurisemia) dapat disebabkan oleh produksi asam urat berlebih oleh tubuh atau karena ginjal tidak efektif membuang asam urat dari tubuh. Selain obat-obatan medis, beberapa pilihan obat alami asam urat dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengelola kondisi ini.
Gejala asam urat dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Beberapa gejala umum meliputi:
Nyeri sendi yang parah, terutama di jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, dan jari-jari.
Pembengkakan dan kemerahan pada sendi yang terkena.
Rasa panas dan nyeri saat disentuh.
Keterbatasan gerak pada sendi yang terkena.
Serangan asam urat dapat terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu. Penting untuk mengenali gejala-gejala ini agar dapat mencari pengobatan yang tepat.
Rekomendasi Obat Asam Urat Alami
Penanganan asam urat menggunakan bahan alami sering dianggap sebagai obat herbal asam urat dan dapat menjadi pilihan bagi mereka yang mencari alternatif atau pelengkap untuk pengobatan medis.
Berikut adalah beberapa cara menggunakan bahan alami yang berperan sebagai obat herbal untuk asam urat untuk membantu mengelola gejala asam urat:
Berikut beberapa obat alami bagi kamu yang ingin tahu obat yang membantu mengatasi penyakit asam urat:
1. Ceri atau jus ceri asam
Menurut studi pada jurnal Hindawi yang berjudul Effectiveness of Cherries in Reducing Uric Acid and Gout: A Systematic Review, mengonsumsi ceri dan minum jus ceri dapat membantu menurunkan kadar asam urat pada pengidap asam urat.
Meski begitu, masih perlu studi lebih lanjut untuk menentukan efek jangka panjang dari asupan ceri pada kadar asam urat.
Buah ceri mengandung anthocyanin, antioksidan, senyawa anti-inflamasi yang memberi warna merah.
Senyawa tersebut juga merupakan sumber serat dan vitamin C yang baik. Jadi, tidak ada salahnya untuk menjadikan ceri sebagai camilan atau jus tanpa pemanis tambahan.
2. Jahe
Jahe merupakan rempah-rempah yang sering diresepkan untuk kondisi peradangan. Khasiatnya untuk membantu mengatasi penyakit asam urat juga sudah tercatat.
Menurut studi berjudul Benefit of Red Ginger (Zingiber officinale Roscoe) against Levels of Uric Acid yang dipublikasikan di jurnal Agromedicine, jahe merah memiliki volatile oil dan non-volatile oil yang dapat menurunkan kadar asam urat darah.
Selain itu, jahe merah dapat meredakan nyeri oleh karena penghambatan pada jalur siklo oksigenase sehingga prostaglandin dapat dihambat.
Bila kamu ingin mencoba obat asam urat alami ini, rebus air dengan 1 sendok makan parutan jahe segar. Lalu, rendam kain lap dalam air rebusan tersebut.
Saat dingin, tempelkan kompres lap tersebut ke area yang terasa sakit setidaknya sekali sehari selama 15-30 menit.
Kamu juga bisa meminum air rebusan jahe. Caranya rebus air dengan tambahan 2 sendok teh jahe selama 10 menit. Minum 3 cangkir sehari.
3. Cuka sari apel, jus lemon dan kunyit
Cuka sari apel, jus lemon, dan kunyit merupakan bahan-bahan alami yang sering direkomendasikan untuk mengatasi penyakit asam urat.
Bila ketiganya kamu gabungkan, mereka bisa menjadi minuman obat asam urat alami yang nikmat.
Cara membuatnya, campurkan perasan setengah lemon ke dalam air hangat. Lalu, tambahkan 2 sendok teh kunyit dan 1 sendok teh cuka sari apel.
Kamu bisa membuatnya sesuai selera. Minum minuman tersebut 2-3 kali sehari.
4. Seledri
Untuk mengatasi penyakit asam urat, ekstrak dan biji sayuran ini sudah menjadi obat asam urat alami yang populer.
Menurut jurnal ilmiah berjudul Efektifitas Air Rebusan Daun Seledri Terhadap Kadar Asam Urat Pada Lansia di Posyandu Lansia Jonggon Jaya Kutai Kartanegara yang dipublikasikan di Borneo Student Research, seledri bisa mengurangi peradangan dan menurunkan kadar asam urat.
Cobalah perbanyak makan seledri secara rutin, terutama batang seledri mentah, jus, ekstrak atau bijinya. Bila kamu membeli ekstrak atau suplemen seledri, ikuti petunjuk yang tertera pada kemasan untuk mengonsumsinya.
5. Buah kaya vitamin C
Vitamin C dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah. Buah-buahan seperti jeruk, kiwi, dan strawberry adalah pilihan yang baik.
Mengonsumsi buah-buahan ini secara teratur dapat mendukung pengelolaan asam urat.
Beberapa bukti menunjukkan vitamin C bisa membantu mengurangi kadar asam urat. Menurut jurnal ilmiah berjudul Role of Vitamin C in Prophylaxis and Treatment of Gout—A Literature Review yang dipublikasikan di MDPI Journal, memenuhi kebutuhan vitamin C harian dapat mencegah perkembangan dan kekambuhan asam urat.
6. Air putih
Minum banyak air putih membantu memperlancar pengeluaran asam urat melalui urine. Disarankan untuk minum setidaknya 8-10 gelas air setiap hari untuk membantu menjaga ginjal tetap bersih dan efisien.
7. Biji seledri
Biji seledri dikenal karena sifat diuretiknya yang dapat membantu mengurangi pembengkakan dan mempercepat ekskresi asam urat.
Biji seledri bisa dikonsumsi dalam bentuk ekstrak atau teh sebagai obat asam urat herbal.
8. Kopi
Konsumsi kopi secara teratur dan dalam jumlah moderat dapat menurunkan risiko terkena asam urat, terutama pada pria. Hindari tambahan gula dan krimer lainnya untuk mendapatkan manfaat ini.
9. Kunyit
Kunyit mengandung curcumin, yang memiliki sifat anti-inflamasi. Ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit yang berkaitan dengan serangan asam urat.
Kunyit bisa ditambahkan ke dalam makanan atau diminum sebagai teh.
10. Meniran hijau
Meniran hijau dikenal memiliki sifat antioksidan dan diuretik yang bisa membantu mengurangi kadar asam urat dalam tubuh.
Tumbuhan ini biasanya dikonsumsi dalam bentuk ekstrak atau teh.
11. Cengkeh
Cengkeh memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh asam urat.
Cengkeh bisa ditambahkan ke dalam teh atau digunakan sebagai bumbu masakan.
12. Lidah buaya
Lidah buaya tidak hanya baik untuk kulit, tetapi juga bisa membantu dalam pengelolaan asam urat karena sifat detoksifikasinya. Jus lidah buaya dapat diminum secara teratur untuk membantu membersihkan sistem.
13. Daun salam
Daun salam memiliki sifat diuretik yang dapat membantu mengeluarkan kelebihan asam urat dari tubuh.
Merebus beberapa lembar daun salam dan minum airnya setelah dingin adalah cara yang populer untuk menggunakan daun ini sebagai obat herbal untuk asam urat.
Nah, bila cara-cara di atas tak mampu meredakan gejala asam urat, tak ada salahnya untuk mengonsumsi obat-obatan untuk menurunkan kadar asam urat.
Alasannya, obat ini lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping. Apa obat alami untuk asam urat yang ampuh? Mau tahu apa saja,berikut ulasannya!
Sumber Vitamin C yang Aman untuk Penderita
Mendapatkan asupan dari sumber makanan utuh sangat disarankan karena juga mengandung serat yang baik untuk metabolisme. Berikut adalah daftar sumber vitamin C yang direkomendasikan:
Buah-buahan: Jeruk, lemon, stroberi, kiwi, dan jambu biji.
Sayuran: Brokoli, paprika, tomat, dan kubis Brussel.
Konsumsi buah-buahan ini umumnya aman, namun bagi penderita asam urat yang juga memiliki masalah lambung, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis terkait tingkat keasaman makanan tersebut.
Tips Sehat untuk Penderita Asam Urat
Bagi kamu yang menderita asam urat, terdapat beberapa tips hidup sehat yang bisa kamu terapkan:
Minumlah air secara teratur sepanjang hari untuk memastikan tubuh mendapatkan cairan yang cukup (minimal 8 gelas per hari/2-3 liter per hari).
Kombinasikan pemilihan minuman yang tepat dengan diet rendah purin. Hindari makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah berlebihan, dan beberapa jenis seafood.
Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatan kamu, terutama jika kamu memiliki penyakit lain seperti maag atau diabetes.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....