Hari Jamu Nasional Perkuat Warisan Budaya Kesehatan Nusantara
- 23 Mei 2026 17:42 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Indonesia memperingati Hari Jamu Nasional setiap tanggal 27 Mei sebagai momentum untuk mengingat kembali pentingnya jamu sebagai warisan budaya sekaligus bagian dari tradisi kesehatan masyarakat sejak zaman dahulu.
Melansir Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, jamu berasal dari kata “Jampu” yang berarti doa atau obat, serta “Husada” yang bermakna kesehatan. Dari istilah tersebut, jamu dimaknai sebagai ramuan tradisional yang digunakan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh.
Berbagai jenis jamu tradisional Indonesia dikenal memiliki manfaat yang berbeda-beda. Jamu kunyit asam misalnya, dipercaya membantu meredakan nyeri haid, menyegarkan tubuh, dan mencegah sariawan. Sementara jamu beras kencur banyak dikonsumsi untuk membantu mengurangi pegal-pegal, meredakan batuk, meningkatkan nafsu makan, hingga melancarkan peredaran darah.
Keberadaan jamu tidak hanya menjadi bagian dari pengobatan tradisional, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun. Pengolahan bahan alami seperti kunyit, jahe, temulawak, dan kencur menjadi ciri khas yang masih terus dipertahankan hingga saat ini.
Pengakuan dunia terhadap budaya jamu semakin kuat setelah UNESCO resmi menetapkan Budaya Sehat Jamu sebagai Intangible Cultural Heritage atau Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 6 Desember 2023. Penetapan tersebut menambah daftar warisan budaya Indonesia yang diakui secara internasional.
Peringatan Hari Jamu Nasional diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk terus melestarikan budaya minum jamu sekaligus mendukung pemanfaatan bahan alami lokal sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....