The Oracle of Usadha Jembatani Usadha dan Kedokteran Modern

  • 28 Mei 2026 12:57 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Leluhur orang Bali menyadari adanya kecerdasan penyembuh dari dalam diri melampaui ruang dan waktu. Praktek spiritual dalam Usada Bali mulai dapat dibuktikan di laboratorium sebagaimana meditasi, proses melukat dan pebayuhan bekerja melalui energi, vibrasi dan epigenetik. Hal tersebut diungkapkan Dr.dr. I Gusti Ngurah Putra Eka Santosa,M.Fis atau yang biasa dipangil dokter Ngurah Dalem

Acara yang digelar di Ruang Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali ini menjadi ruang diskusi mengenai keterkaitan Usadha Bali dengan perkembangan ilmu biomedik modern.

Forum yang dihadiri akademisi, Dinas Kesehatan, Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit se-Bali ini membahas bagaimana pengetahuan pengobatan tradisional Bali dapat dijabarkan melalui pendekatan ilmiah, seperti regenerative medicine dan stem cell.

Tiga pembedah hadir dalam diskusi tersebut, yakni Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, Akademisi Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes, dan Prof. apt. Dr. rer. nat. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si. Masing-masing narasumber membahas substansi buku dari beragam sudut pandang, khususnya spiritual, kesehatan, dan sains modern.

Menurut salah satu pembedah buku, Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, dalam Usadha Bali memang kerap ditemukan teks-teks yang mengarah pada self-healing, atau kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri.

”Dalam berbagai teks usadha hal tersebut memang ada, termasuk saya sendiri pernah membuktikannya saat mengalami musibah. Saat jatuh dari ketinggian 7 meter tulang cervical saya patah dan lumpuh, saya masih menggunakan aksara sebagai media penyembuhan” paparnya.

Penulis buku, dr. Ngurah yang juga sebagai akademisi dari FK Unmas, mengatakan buku tersebut lahir dari upaya menjawab keresahannya untuk mencari penjelasan ilmiah terhadap praktik budaya yang diwariskan leluhur Bali. “Kita sebagai millennial itu tidak mau menerima budaya ‘nak mula keto’. Sehingga kami mencoba untuk mencari dasar ilmiah dari apa yang sudah dilakukan leluhur kita,” ujarnya saat ditemui usai acara.

Praktisi kesehatan asal Puri Dauh Carangsari, Badung ini mengatakan perkembangan riset biomedik saat ini mulai memperlihatkan titik temu dengan konsep pengobatan tradisional Bali. “Saat ini dengan majunya penelitian di bidang biomedik, kita menemukan titik temunya bahwa usada Bali dengan kedokteran bertemu pada regenerative medicine,” dr. Ngurah menjelaskan.

Ia berharap pembahasan mengenai usadha Bali tidak berhenti pada praktik ritual, tetapi juga dipahami melalui makna dan pengetahuan yang melatarbelakanginya. “Kita berharap buku ini menjadi pemantik diskusi antar generasi, sehingga kita sebagai orang Bali lebih mencintai Bali ini dan melaksanakan budaya Bali tidak sebagai formalitas, namun lebih dalam memaknainya,” kata dr. Ngurah.

Salah satu peserta diskusi, I.B. Ketut Kiana, menilai pendekatan yang digunakan dalam buku tersebut membuka ruang baru bagi generasi muda untuk memahami kearifan lokal Bali. “Saya melihat penjabaran anak muda dalam buku ini berani untuk mengangkat dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dari dulu tersimpan mengenai kearifan lokal Bali khususnya di bidang usadha,” ujarnya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Tokoh masyarakat asal Sanur ini mengatakan pembahasan usadha Bali yang sebelumnya lebih banyak dipahami melalui warisan lisan kini mulai dijelaskan melalui pendekatan ilmiah. “Yang dulunya hanya berdasarkan warisan dan keyakinan, sekarang dijelaskan dan dibuktikan secara ilmiah. Saya mengapresiasinya dengan positif,” terang Kiana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....