Demam Tinggi Bisa Menjadi Gejala Awal Hantavirus

  • 14 Mei 2026 15:25 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala penyakit yang berkaitan dengan Hantavirus. Imbauan tersebut disampaikan melalui informasi publik yang diunggah pada media sosial resmi Kementerian Kesehatan.

Dalam informasi tersebut, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami sejumlah gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri badan dan lemas, hingga gangguan pernapasan.

Kemenkes menjelaskan, Hantavirus dapat menimbulkan dua jenis sindrom utama, yakni Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Pada HFRS, gejala yang dapat muncul meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri badan dan lemas, serta ikterik atau tubuh menguning. Sementara pada HPS, gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, nyeri badan dan lemas, serta batuk dan sesak napas.

Kemenkes juga menyebutkan bahwa gejala HFRS dapat muncul dalam masa inkubasi 1–2 minggu setelah terpapar virus. Sedangkan untuk HPS, gejala dapat muncul dalam kurun waktu 1–8 minggu setelah paparan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menyampaikan riwayat faktor risiko, termasuk riwayat perjalanan, kepada tenaga kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi Hantavirus.

Melalui unggahan tersebut, Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan sinyal tubuh, terutama jika mengalami demam tinggi, nyeri otot, maupun sakit kepala setelah melakukan aktivitas yang berisiko terpapar lingkungan tidak higienis.

Informasi lengkap mengenai Hantavirus dapat diakses melalui layanan informasi resmi Kementerian Kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....