Waspada 'Sugar Rush', Ini Langkah Bijak Mengatur Asupan Gula Harian

  • 11 Mei 2026 15:33 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Tren konsumsi minuman kekinian yang tinggi gula kini menjadi tantangan kesehatan serius bagi anak muda di Indonesia. Meski terasa menyegarkan, asupan gula berlebih membayangi generasi muda dengan risiko obesitas hingga diabetes melitus tipe 2 di usia dini.

Untuk menangkal risiko tersebut, para ahli kesehatan menekankan pentingnya perubahan pola konsumsi harian yang dimulai dari langkah-langkah sederhana namun konsisten. Mengurangi konsumsi gula sering kali dianggap sulit, terutama bagi anak muda yang terbiasa dengan camilan manis.

Namun, menurut informasi yang dilansir dari laman Alodokter, salah satu langkah awal yang paling krusial adalah dengan rutin membaca label kemasan pada produk makanan atau minuman. Dengan memperhatikan informasi nilai gizi, seseorang dapat mengontrol berapa banyak gram gula yang masuk ke dalam tubuh agar tidak melebihi batas anjuran.

Selain itu, mengubah kebiasaan minum menjadi aspek penting lainnya. Melansir laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), masyarakat disarankan untuk mengganti minuman bersoda atau jus buah kemasan dengan air putih atau infused water.

Jika ingin memberikan rasa, penambahan potongan buah segar jauh lebih aman dibandingkan menggunakan sirup tambahan demi memangkas kalori kosong yang tidak diperlukan tubuh. Mengatur pola makan juga berperan besar dalam menjaga kestabilan energi.

Sebagaimana dijelaskan dalam artikel Halodoc, cara efektif untuk mengurangi asupan gula adalah dengan beralih ke makanan tinggi serat. Serat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama sehingga keinginan untuk menyantap camilan manis (sugar craving) dapat ditekan secara alami.

Proses pengurangan gula sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk menghindari efek lemas atau pusing akibat perubahan drastis. Alodokter menyarankan agar individu mulai mengurangi takaran gula pada kopi atau teh harian secara perlahan hingga lidah terbiasa dengan rasa alami makanan.

Beberapa tips yang dapat diterapkan generasi muda berdasarkan rekomendasi dari laman resmi Kemenkes dan Halodoc antara lain:

  • Membatasi penggunaan saus kemasan yang sering kali mengandung "gula tersembunyi".
  • Memilih buah utuh sebagai camilan dibandingkan jus buah yang telah kehilangan seratnya.
  • Mencukupi waktu istirahat, karena kurang tidur dapat memicu otak untuk mencari asupan energi cepat dari makanan manis.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....