Kenali Gangguan Kepribadian Narsistik dan Ciri-cirinya
- 11 Mei 2026 15:06 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Gangguan kepribadian narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD) merupakan kondisi mental yang ditandai dengan perasaan superioritas berlebihan, kebutuhan tinggi untuk dikagumi, serta minim empati terhadap orang lain.
Dikutip dari artikel Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 2024, penderita NPD umumnya merasa dirinya lebih baik dibandingkan orang lain dan menganggap berhak mendapatkan perlakuan istimewa tanpa alasan yang jelas.
Dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Illnesses atau DSM-5 yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association, terdapat sejumlah ciri yang sering muncul pada penderita NPD. Beberapa di antaranya yakni memiliki rasa penting diri yang berlebihan, terobsesi pada fantasi kesuksesan dan kekuasaan tanpa batas, serta percaya bahwa dirinya adalah sosok istimewa yang hanya bisa dipahami oleh orang tertentu.
Selain itu, penderita NPD juga cenderung membutuhkan pujian secara berlebihan, ingin selalu diperlakukan spesial, dan sering memanfaatkan orang lain demi mencapai tujuan pribadi. Ciri lainnya yaitu kurang memiliki empati, mudah iri terhadap orang lain, serta menunjukkan perilaku arogan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, dikutip dari Halodoc melalui artikel “Cara Efektif Menghadapi Pengidap Gangguan Kepribadian Narsistik”, NPD merupakan kondisi klinis yang mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan menjalin hubungan dengan orang lain. Meski sering terlihat percaya diri, pengidap NPD sebenarnya memiliki harga diri yang rapuh dan sangat sensitif terhadap kritik atau penolakan.
Narsisme sendiri sebenarnya dapat menjadi bagian dari sifat kepribadian manusia. Namun pada NPD, kondisi tersebut berkembang secara berlebihan hingga memicu masalah dalam hubungan sosial, pekerjaan, maupun kehidupan pribadi.
Para ahli mengingatkan pentingnya memahami gangguan kepribadian narsistik agar masyarakat tidak salah menilai kondisi psikologis seseorang. Penanganan melalui bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater juga diperlukan apabila perilaku narsistik sudah mengganggu kehidupan sehari-hari maupun hubungan dengan orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....