Autisme Bukan Kekurangan: Edukasi dan Dukungan Jadi Kunci Hapus Stigma
- 22 Apr 2026 17:30 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Autisme masih kerap disalahpahami di tengah masyarakat. Tidak sedikit yang mengaitkannya dengan perilaku berbahaya atau ketidakmampuan bersosialisasi. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar dan justru memperkuat stigma negatif terhadap penyandang autisme.
Hal ini mengemuka dalam program Obrolan Sore Ceria Pro 2 Pekanbaru pada Kamis 16 April 2026, yang menghadirkan Ketua Pelaksana Riau Autism Festival (RAF), Gheodevi Hernanda, bersama Sekretaris RAF, Diva Herianti.
Gheodevi menjelaskan autisme merupakan sebuah spektrum, yang berarti setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
“Autisme itu spektrum, jadi tidak bisa disamaratakan. Ada yang mengalami tantangan dalam komunikasi, tetapi ada juga yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang tertentu,” ujarnya.
Menurutnya, kesalahan persepsi masyarakat yang cenderung hanya melihat keterbatasan membuat potensi penyandang autisme sering terabaikan. Padahal, dengan dukungan yang tepat, mereka mampu berkembang secara optimal.
Sementara Diva Herianti menambahkan, salah satu keunggulan yang sering dimiliki oleh penyandang autisme adalah kemampuan fokus yang tinggi.
“Mereka bisa sangat mendalami hal yang diminati. Dari situ, potensi besar bisa muncul, baik di bidang seni, akademik, maupun keterampilan lainnya,” jelasnya.
Keduanya menekankan pentingnya perubahan cara pandang masyarakat terhadap autisme. Perbedaan, kata mereka, bukan untuk ditakuti, melainkan dipahami agar tercipta lingkungan yang lebih inklusif.
“Lingkungan punya peran besar. Dukungan dari keluarga, teman, dan masyarakat akan membuat anak-anak dengan autisme merasa diterima. Ketika mereka merasa diterima, kepercayaan diri mereka akan tumbuh,” kata Gheodevi.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan stigma terhadap autisme dapat berkurang. Pesan utama yang ingin disampaikan pun sederhana: setiap anak adalah istimewa.
“Autisme bukan kekurangan, melainkan bagian dari keberagaman manusia yang harus dihargai dan dirangkul bersama,” tutur Diva.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....