Sering Capek dan Overthinking, Bisa Jadi Mental Lagi Nggak Baik-Baik Aja

  • 23 Mei 2026 18:45 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kesehatan mental sekarang makin sering dibahas, terutama di media sosial. Banyak orang mulai sadar kalau capek itu bukan cuma soal fisik, tapi juga pikiran.

Masih banyak yang bingung membedakan antara stres biasa dengan kondisi mental yang mulai terganggu. Padahal, mengenali tanda-tandanya sejak awal bisa membantu seseorang lebih cepat mendapatkan bantuan.

Dikutip dari laman halodoc.com, secara sederhana, kesehatan mental berkaitan dengan kondisi emosi, cara berpikir, dan bagaimana seseorang menjalani aktivitas sehari-hari. Ketika mental sedang sehat, seseorang biasanya lebih mampu mengelola tekanan hidup, menjaga hubungan sosial, dan mengambil keputusan dengan baik.

Sebaliknya, kalau mental mulai terganggu, hal-hal kecil bisa terasa berat dan melelahkan. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, tanpa memandang usia ataupun pekerjaan.

Salah satu tanda yang paling sering muncul adalah perubahan suasana hati yang drastis. Misalnya, seseorang jadi gampang marah, lebih sensitif, atau sering merasa sedih tanpa alasan jelas.

Kadang, ada juga yang kehilangan minat terhadap hal-hal yang dulu disukai. Menurut beberapa sumber kesehatan di Indonesia, perubahan mood yang berlangsung terus-menerus perlu diwaspadai karena bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan mental.

Selain emosi, pola tidur juga bisa jadi petunjuk penting. Ada orang yang sulit tidur karena pikirannya terus berjalan, tapi ada juga yang justru tidur terlalu lama dan tetap merasa lelah.

Gangguan tidur seperti insomnia sering muncul saat seseorang sedang mengalami tekanan mental. Kalau kondisi ini terjadi berhari-hari sampai mengganggu aktivitas, sebaiknya jangan dianggap sepele.

Hal lain yang sering tidak disadari adalah tubuh ikut memberikan sinyal. Banyak orang mengira sakit kepala, nyeri tubuh, atau sakit maag hanya disebabkan kelelahan fisik.

Padahal, kesehatan mental dan kesehatan fisik saling berkaitan. Beberapa ahli menyebut stres dan tekanan emosional bisa memicu keluhan fisik yang muncul terus-menerus.

Di era media sosial seperti sekarang, tekanan mental juga bisa datang dari kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Melihat hidup orang lain terlihat “sempurna” kadang bikin seseorang merasa tertinggal.

Belum lagi paparan berita negatif yang terus muncul setiap hari. Dalam diskusi komunitas online Indonesia, banyak pengguna mengingatkan pentingnya membatasi konsumsi berita buruk agar tidak mengalami “news fatigue” atau kelelahan mental akibat terlalu banyak menerima informasi negatif.

Cara mengetahui kondisi mental sebenarnya bisa dimulai dari hal sederhana, yaitu jujur pada diri sendiri. Coba tanyakan, apakah akhir-akhir ini lebih mudah lelah, kehilangan semangat, atau merasa tidak menikmati hidup seperti biasanya.

Jika perasaan itu berlangsung lama dan mulai mengganggu pekerjaan, sekolah, atau hubungan dengan orang lain, itu bisa menjadi tanda bahwa tubuh dan pikiran sedang meminta bantuan. Penting juga untuk tidak langsung melakukan self diagnosis hanya dari internet atau media sosial.

Untungnya, sekarang akses bantuan kesehatan mental sudah lebih mudah dibanding beberapa tahun lalu. Banyak platform kesehatan di Indonesia menyediakan layanan konsultasi dengan psikolog atau psikiater secara online.

Pemerintah juga pernah menghadirkan layanan edukasi kesehatan jiwa agar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga mental. Hal ini menunjukkan bahwa mencari bantuan bukan sesuatu yang memalukan, melainkan langkah berani untuk menjaga diri sendiri.

Menjaga kesehatan mental sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan kecil sehari-hari. Tidur cukup, olahraga ringan, mengurangi overthinking, dan ngobrol dengan orang terpercaya bisa membantu pikiran jadi lebih tenang.

Melakukan hobi yang disukai juga bisa menjadi cara sederhana untuk mengurangi stres. Yang paling penting, jangan memendam semuanya sendirian karena setiap orang berhak merasa didengar dan dipahami.

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kalau tubuh yang sakit perlu diobati, pikiran yang lelah juga perlu diperhatikan.

Mengenali tanda-tanda sejak awal bukan berarti kita lemah, justru itu bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Karena hidup bukan cuma soal terlihat kuat di depan orang lain, tapi juga tentang memastikan diri sendiri benar-benar baik-baik saja

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....