Ngorok saat Tidur, Sekadar Gangguan Biasa atau Tanda Bahaya?
- 21 Apr 2026 23:36 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Kebiasaan tidur yang disertai suara dengkuran atau ngorok kerap dianggap sepele. Padahal, di balik suara yang mengganggu itu, bisa tersembunyi kondisi kesehatan yang perlu diwaspadai, mulai dari faktor ringan hingga gangguan serius seperti Obstructive Sleep Apnea.
Ngorok terjadi ketika aliran udara melalui saluran pernapasan terhambat saat tidur. Hambatan ini menyebabkan jaringan di tenggorokan bergetar dan menimbulkan suara.
Kondisi ini bisa dialami siapa saja, baik pria maupun wanita, meski lebih umum terjadi pada orang dewasa.
Sejumlah faktor menjadi pemicu utama kebiasaan ngorok. Di antaranya adalah posisi tidur terlentang, kelebihan berat badan, kelelahan, hingga kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
Selain itu, gangguan pada hidung seperti pilek atau alergi juga dapat mempersempit jalur napas.
Namun, yang perlu diwaspadai adalah jika ngorok terjadi secara terus-menerus dan disertai gejala lain.
Pada kasus Obstructive Sleep Apnea, penderitanya bisa mengalami henti napas sesaat saat tidur, yang berdampak pada penurunan kualitas tidur dan risiko penyakit serius seperti tekanan darah tinggi dan gangguan jantung.
Banyak orang tidak menyadari bahwa ngorok bisa menjadi tanda gangguan tidur yang berbahaya. Jika sudah disertai rasa lelah berlebihan di siang hari atau sering terbangun malam hari, sebaiknya segera diperiksa.
Untuk mengurangi kebiasaan ngorok, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan, seperti mengubah posisi tidur menjadi miring, menjaga berat badan ideal, serta menghindari alkohol sebelum tidur.
Menjaga pola hidup sehat juga menjadi kunci utama dalam mencegah gangguan ini.
Meski sering dianggap hal biasa, ngorok tetap perlu mendapat perhatian serius. Mengenali penyebab dan gejalanya sejak dini dapat membantu mencegah risiko kesehatan yang lebih besar, sekaligus meningkatkan kualitas istirahat di malam hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....