Kenali Risiko Konsumsi Ikan Sapu Sapu Tercemar

  • 17 Apr 2026 17:02 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Keberadaan ikan sapu-sapu kini mulai mengkhawatirkan karena dinilai dapat merusak habitat asli ikan lokal. Di sisi lain, sebagian masyarakat masih memanfaatkan ikan ini sebagai bahan konsumsi, meski perlu penanganan khusus agar aman dari paparan logam berat.

Berdasarkan Jurnal Al-Azhar Indonesia, ikan sapu-sapu berpotensi mengandung berbagai jenis logam berat yang terakumulasi di dalam tubuhnya.

Beberapa logam berat yang umum ditemukan antara lain timbal (Pb) yang berasal dari limbah industri, sisa bahan bakar kendaraan, dan limbah rumah tangga, serta berisiko merusak sistem saraf dan ginjal.

Selain itu, terdapat kadmium (Cd) yang bersumber dari limbah industri cat, baterai, dan pupuk kimia, yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan tulang.

Logam lain yang juga terdeteksi adalah merkuri (Hg), yang berasal dari limbah tambang dan industri, serta sangat berbahaya bagi sistem saraf pusat.

Kemudian tembaga (Cu) dan seng (Zn), yang meski dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil, dapat berdampak buruk jika terakumulasi dalam kadar tinggi, seperti gangguan pencernaan hingga penurunan fungsi imun.

Besi (Fe) juga ditemukan dalam tubuh ikan sapu-sapu. Meski relatif lebih aman, kadar tinggi dapat menjadi indikator pencemaran perairan.

Selain itu, terdapat arsenik (As) yang bersifat karsinogenik, serta kromium (Cr) yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan kerusakan organ.

Ikan sapu-sapu mudah terkontaminasi karena hidup di dasar perairan dan mengonsumsi partikel organik serta lumpur. Logam berat umumnya mengendap di sedimen, sehingga ikan ini menjadi indikator pencemaran lingkungan perairan.

Meski demikian, ikan sapu-sapu masih dapat dikonsumsi dengan catatan diolah secara tepat dan tidak dikonsumsi secara berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....