Angin Duduk, Nyeri Dada yang Mulai Mengusik Anak Muda

  • 08 Apr 2026 07:11 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe - Gen Z dan pekerja muda sering merasa dirinya masih kuat dan jauh dari penyakit serius. Tapi kenyataannya, keluhan nyeri dada yang sering disebut angin duduk atau angina pectoris mulai banyak dirasakan di usia produktif. Kondisi ini bukan sekadar “masuk angin biasa”, melainkan tanda adanya gangguan aliran darah ke jantung yang bikin penderitanya nggak pernah benar-benar nyaman, apalagi saat aktivitas lagi padat-padatnya.

dr. Rivana Ameliya, menjelaskan bahwa angin duduk biasanya muncul dengan sensasi dada seperti ditekan, terasa berat, bahkan panas. Rasa nyeri ini bisa menjalar ke lengan kiri, leher, atau rahang, dan sering datang saat tubuh kelelahan atau pikiran lagi stres. Menurutnya, banyak anak muda yang masih menganggap keluhan ini sepele, padahal itu adalah sinyal penting dari tubuh yang tidak boleh diabaikan.

Gaya hidup juga jadi faktor besar yang membuat angin duduk makin dekat dengan generasi muda. Kebiasaan begadang, konsumsi kopi berlebihan, jarang olahraga, hingga tekanan kerja yang tinggi membuat kondisi jantung jadi lebih rentan. Belum lagi pola makan yang kurang sehat dan kebiasaan merokok yang masih sering ditemukan di kalangan pekerja muda, semakin memperbesar risiko tanpa disadari.

Yang jadi masalah, angin duduk ini bikin aktivitas sehari-hari terasa nggak nyaman. Hal sederhana seperti jalan cepat, naik tangga, atau bahkan saat lagi fokus kerja bisa tiba-tiba memicu nyeri dada dan sesak napas. Kalau terus dibiarkan, kondisi ini bukan cuma mengganggu produktivitas, tapi juga bisa berkembang menjadi gangguan jantung yang lebih serius.

Karena itu, penting banget buat Gen Z dan pekerja muda untuk mulai lebih peka sama kondisi tubuh sendiri. Kalau nyeri dada sering muncul atau nggak hilang walau sudah istirahat, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan.

Mulai dari langkah sederhana seperti mengatur pola tidur, mengurangi rokok dan kopi, rutin olahraga, serta belajar mengelola stres bisa jadi kunci agar jantung tetap sehat dan aktivitas tetap lancar tanpa gangguan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....