Malas Olahraga, Waspada Sarcopenia di Masa Tua

  • 11 Jun 2026 21:48 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kebiasaan malas berolahraga sering dianggap sepele, terutama ketika seseorang masih berada pada usia produktif dan merasa tubuhnya tetap sehat.

Padahal, kurangnya aktivitas fisik dalam jangka panjang dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan otot. Salah satu risiko yang mengintai adalah sarcopenia, yaitu kondisi berkurangnya massa, kekuatan, dan fungsi otot yang umumnya terjadi pada usia lanjut.

Sarcopenia merupakan bagian dari proses penuaan, tetapi laju penurunannya dapat dipercepat oleh gaya hidup yang tidak aktif. Ketika otot jarang digunakan untuk bergerak atau berolahraga, tubuh akan menganggap jaringan otot tersebut tidak terlalu dibutuhkan. Akibatnya, massa otot perlahan menyusut dan kekuatannya berkurang dari waktu ke waktu.

Banyak orang baru menyadari pentingnya menjaga otot ketika memasuki usia lanjut. Pada fase ini, aktivitas sederhana seperti berjalan jauh, menaiki tangga, atau mengangkat barang belanjaan mulai terasa berat. Kondisi tersebut sering kali bukan hanya akibat faktor usia, melainkan juga akumulasi kebiasaan kurang bergerak selama bertahun-tahun.

Sebagai contoh, seseorang yang lebih banyak menghabiskan waktu duduk di kantor, lalu melanjutkan aktivitas dengan menonton televisi atau bermain gawai di rumah, memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan massa otot.

Jika pola ini berlangsung terus-menerus tanpa diimbangi olahraga, kemampuan fisik tubuh dapat menurun lebih cepat dibandingkan orang yang aktif bergerak. Dampak sarcopenia tidak hanya membuat tubuh menjadi lemah. Kondisi ini juga meningkatkan risiko jatuh, patah tulang, hingga kehilangan kemandirian saat beraktivitas.

Tidak sedikit lansia yang akhirnya membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan pekerjaan sehari-hari karena kekuatan otot mereka sudah jauh berkurang.

Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa latihan fisik secara rutin merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah sarcopenia. Aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, hingga latihan beban ringan dapat membantu menjaga kekuatan dan massa otot. Tidak harus berolahraga berat, yang terpenting adalah dilakukan secara konsisten.

Misalnya, seseorang yang rutin berjalan kaki selama 30 menit setiap hari cenderung memiliki kondisi otot yang lebih baik dibandingkan mereka yang jarang bergerak. Begitu pula dengan latihan sederhana seperti naik-turun tangga atau melakukan senam ringan di rumah. Aktivitas tersebut dapat menjadi investasi kesehatan yang bermanfaat hingga usia tua.

Selain olahraga, asupan nutrisi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan otot. Konsumsi makanan yang kaya protein, seperti ikan, telur, daging tanpa lemak, tahu, dan tempe, dapat membantu proses pembentukan serta perbaikan jaringan otot.

Kombinasi antara pola makan sehat dan aktivitas fisik akan memberikan hasil yang lebih optimal. Penting untuk dipahami bahwa mencegah sarcopenia tidak harus menunggu usia lanjut.

Justru, upaya pencegahan sebaiknya dimulai sejak usia muda dan produktif. Semakin dini seseorang membiasakan diri aktif bergerak, semakin besar peluangnya mempertahankan kualitas hidup yang baik saat memasuki masa tua.

Karena itu, jangan anggap remeh kebiasaan malas olahraga. Rasa nyaman karena terlalu sering duduk atau berbaring hari ini bisa menjadi masalah kesehatan di masa depan. Dengan meluangkan waktu untuk bergerak dan berolahraga secara rutin, setiap orang dapat membantu menjaga kekuatan otot, tetap mandiri, serta menikmati masa tua yang lebih sehat dan aktif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....