Usia 20-an Sudah Kena Asam Urat? Ini Faktanya
- 07 Apr 2026 20:25 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Di masyarakat, asam urat kerap dianggap sebagai “penyakit orang tua”. Namun belakangan, muncul kekhawatiran bahwa usia 20-an pun kini sudah rentan mengalaminya. Lantas, benarkah kondisi ini semakin sering menyerang usia muda? Sejumlah penelitian global menunjukkan bahwa meski asam urat memang lebih umum pada usia lanjut, tren pada kelompok usia muda ternyata mulai meningkat.
Secara medis, asam urat atau gout adalah jenis radang sendi akibat penumpukan kristal asam urat di dalam tubuh. Berdasarkan analisis Global Burden of Disease (GBD) 2017 dan juga dikaji pada jurnal National Library of Medicine pada 2020 yang terbit di pubmed.ncbi.nlm.nih.gov, kasus asam urat memang paling tinggi pada usia yang lebih tua dan meningkat seiring bertambahnya usia. Studi tersebut mencatat bahwa prevalensi gout secara global mencapai sekitar 41 juta kasus pada 2017 dan cenderung lebih banyak terjadi pada kelompok usia menengah ke atas.
| Baca juga: Pentingnya DHA untuk Tumbuh Kembang Anak |
Meski demikian, bukan berarti usia 20-an sepenuhnya aman. Penelitian lain berbasis GBD 2019 menunjukkan bahwa kelompok usia 15–39 tahun juga mengalami peningkatan kasus secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Bahkan, pada 2019 terdapat sekitar 5,21 juta kasus gout di kelompok usia muda ini, dengan tren yang terus naik di hampir semua negara seperti yang tertulis pada jurnal yang dipublikasikan di pubmed.ncbi.nlm.nih.gov. oleh National Library of Medicine pada 2023.
Secara umum, dokter menegaskan bahwa usia muda bukan faktor utama, melainkan kondisi metabolik. Asam urat berkaitan erat dengan sindrom metabolik, gangguan ginjal, dan kelebihan berat badan. Bahkan dalam literatur medis disebutkan bahwa prevalensi gout pada usia di bawah 65 tahun sebenarnya masih relatif rendah dibandingkan kelompok lansia, tetapi bisa meningkat jika faktor risiko tersebut sudah muncul sejak dini.
| Baca juga: Buah Kersen, Tanaman Liar Kaya Manfaat |
Media kesehatan internasional juga banyak menyoroti perubahan ini sebagai dampak gaya hidup modern. Pola makan tinggi gula serta kurangnya aktivitas fisik membuat kadar asam urat lebih mudah meningkat sejak usia muda. Hal ini menjelaskan mengapa kasus pada usia 20-an kini lebih sering ditemukan dibandingkan dekade sebelumnya.
Sebagai saran, para ahli merekomendasikan pencegahan sejak dini, terutama bagi usia muda. Menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi makanan tinggi purin dan minuman manis, memperbanyak air putih, serta rutin berolahraga menjadi langkah utama. Selain itu, pemeriksaan kadar asam urat juga dianjurkan bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga atau gejala nyeri sendi berulang.
Kesimpulannya, usia 20-an memang belum menjadi kelompok paling rentan terhadap asam urat, tetapi bukan berarti kebal. Dengan gaya hidup yang kurang sehat, risiko tetap bisa muncul lebih awal. Karena itu, menjaga pola hidup sehat sejak muda menjadi kunci agar penyakit yang identik dengan usia lanjut ini tidak datang lebih cepat dari yang seharusnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....