Wabah Virus HMPV, Apa yang Perlu Diketahui ?

  • 07 Apr 2026 13:06 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung – Belakangan ini berita tentang wabah virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang merebak di beberapa negara, terutama di China, telah menarik perhatian masyarakat luas. Meskipun bukan virus baru, peningkatan kasus yang signifikan membuat banyak orang ingin tahu lebih banyak tentang penyakit ini, mulai dari gejala, cara penularan, hingga langkah pencegahan yang perlu dilakukan.

Dikutip dari Laman Kemenkes.go.id, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menghimbau masyarakat untuk tidak panik tetapi tetap waspada dan menjaga kesehatan guna mencegah resiko penularan virus ini.

Pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi wabah HMPV di China dan negara-negara lain. Langkah antisipasi dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan di pintu-pintu masuk negara, termasuk pengawasan kekarantinaan kesehatan bagi pelaku perjalanan international yang menunjukkan gejala Influenza Illness (ILI).

Apa Itu Virus HMPV?

HMPV adalah virus RNA yang termasuk dalam famili Pneumoviridae, yang juga mencakup virus Respiratory Syncytial Virus (RSV). Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001 oleh peneliti di Belanda, meskipun bukti menunjukkan bahwa virus ini telah beredar di kalangan manusia sejak beberapa dekade sebelumnya. HMPV menyebabkan infeksi saluran pernapasan, baik bagian atas maupun bawah, dan sering kali menimbulkan gejala yang mirip dengan flu biasa atau COVID-19.

Gejala Infeksi HMPV

Gejala yang muncul pada orang yang terinfeksi HMPV bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Gejala umum meliputi:

  • Batuk
  • Demam
  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri tubuh dan sakit kepala
  • Mengi atau kesulitan bernapas

Pada kasus yang lebih parah, terutama pada kelompok rentan, infeksi HMPV dapat menyebabkan komplikasi seperti bronkitis, bronkiolitis, atau pneumonia. Gejala biasanya muncul dalam waktu 3-6 hari setelah terpapar virus dan umumnya membaik dalam waktu 2-5 hari, meskipun pada beberapa orang bisa berlangsung lebih lama.

Kelompok yang Berisiko Tinggi

Meskipun semua orang bisa terinfeksi HMPV, ada beberapa kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gejala yang berat atau komplikasi, yaitu:

  • Anak-anak, terutama di bawah usia 5 tahun
  • Lansia
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Orang yang memiliki penyakit kronis seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), diabetes, atau penyakit jantung

Cara Penularan

Virus HMPV menyebar melalui beberapa cara, antara lain:

  • Melalui percikan cairan pernapasan saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin
  • Melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, seperti berjabat tangan
  • Melalui kontak dengan permukaan atau benda yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut

Virus ini mudah menyebar di tempat-tempat yang padat orang, seperti sekolah, pusat perawatan kesehatan, atau tempat umum lainnya.

Penanganan dan Pencegahan

Hingga saat ini, belum ada vaksin khusus atau obat antivirus yang spesifik untuk mengobati infeksi HMPV. Penanganan yang dilakukan biasanya berfokus pada meredakan gejala, seperti memberikan obat pereda nyeri dan demam, serta memastikan pasien mendapatkan cukup istirahat dan cairan.

Untuk mencegah penularan virus HMPV, kita dapat melakukan langkah-langkah berikut:

  • Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer
  • Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan tisu atau siku
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit
  • Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh
  • Menjaga kesehatan tubuh dengan pola makan sehat, cukup istirahat, dan berolahraga secara teratur

Masyarakat dihimbau untuk tidak panik, tetap waspada dan menjaga kesehatan diri sendiri serta keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....