Waspada Timbal di Sekitar, Ini Sumber dan Cara Mencegahnya
- 19 Apr 2026 07:57 WIB
- Bandar Lampung
Timbal merupakan logam berat berbahaya yang dapat ditemukan di berbagai benda dan lingkungan sekitar tanpa disadari. Paparan timbal dalam jangka panjang dapat membahayakan kesehatan, terutama pada anak-anak, karena dapat mengganggu perkembangan otak, sistem saraf, serta fungsi organ tubuh lainnya.
Sejumlah benda sehari-hari diketahui berpotensi mengandung timbal, di antaranya mainan anak yang dicat dengan warna cerah namun tidak memenuhi standar keamanan, perhiasan imitasi, serta alat masak yang tidak memiliki izin atau sertifikasi dari BPOM maupun SNI. Selain itu, serpihan cat dinding lama juga dapat menjadi sumber paparan timbal jika terkelupas dan terhirup atau tertelan.
Tidak hanya dari benda, timbal juga dapat mencemari lingkungan seperti air, tanah, dan udara, terutama di kawasan dengan aktivitas industri atau lalu lintas padat. Kondisi ini membuat risiko paparan timbal semakin sulit dihindari jika tidak diwaspadai dengan baik.
Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat disarankan untuk membiasakan mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi guna menghilangkan kemungkinan residu debu atau partikel timbal yang menempel di permukaan. Selain itu, kebersihan tangan juga menjadi langkah penting, terutama bagi anak-anak yang sering bermain di luar rumah.
Mainan anak juga perlu dibersihkan secara berkala untuk menghindari penumpukan debu berbahaya. Kebiasaan melepas alas kaki sebelum masuk ke dalam rumah dapat membantu mencegah masuknya partikel timbal dari luar ke dalam lingkungan tempat tinggal.
Dalam pemilihan produk rumah tangga, masyarakat diimbau untuk menggunakan barang yang telah memiliki sertifikasi BPOM atau SNI sebagai jaminan keamanan. Sementara itu, dari sisi gizi, pemenuhan asupan kalsium, zat besi, dan vitamin C juga dapat membantu tubuh mengurangi penyerapan timbal.
Dengan langkah pencegahan sederhana ini, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada terhadap bahaya timbal di sekitar lingkungan dan menjaga kesehatan keluarga secara lebih optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....