Selama Ramadan BPOM Baubau Temukan 12 Persen Sarana Jual Produk Tak Layak
- 31 Mar 2026 13:35 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Balai Pengawas Obat dan Makanan Baubau mengawasi sebanyak 54 sarana distribusi pangan selama intensifikasi pengawasan pra hingga pasca Ramadan sampai perayaan Idul fitri 1447 H.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dalam lima tahapan di lima wilayah kerja secara acak di kawasan Kepulauan Buton, petugas menemukan sekitar 12 persen atau sebanyak 7 sarana yang masih menjual produk tidak layak konsumsi. Temuan tersebut didominasi oleh barang kedaluwarsa.
Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan Baubau, Ryan Per Kusuma, mengungkapkan bahwa seluruh produk yang ditemukan telah langsung ditindaklanjuti dengan penurunan (take down) dan pemusnahan di tempat. Proses tersebut dilakukan dengan disaksikan langsung oleh petugas dan pemilik sarana distribusi.
“Seluruh temuan sudah kami lakukan pemusnahan di tempat sebagai bentuk penegakan dan pembinaan kepada pelaku usaha,” ujarnya Rabu 25 Maret 2026.
Ryan menjelaskan, secara tren, angka temuan produk tidak layak dari tahun ke tahun menunjukkan penurunan. Meski demikian, pihaknya tetap berharap para pelaku usaha, baik distributor, toko swalayan, maupun ritel, lebih memperhatikan kualitas dan kelayakan produk yang dijual kepada masyarakat.
Ia juga menargetkan pada tahun-tahun mendatang persentase temuan dapat ditekan hingga di bawah 10 persen, bahkan mencapai nol persen. Hal ini diharapkan dapat terwujud melalui edukasi berkelanjutan dari pemerintah serta meningkatnya kesadaran para pedagang dalam menjaga keamanan produk.
| Baca juga: Vaksinasi Jemaah Haji Baubau Capai 90 Persen |
Lebih lanjut, Ryan menyebutkan bahwa temuan sarana yang masih menjual produk tidak layak hampir merata di enam wilayah kerja. Di setiap daerah, masih ditemukan satu hingga dua sarana yang menjual barang kedaluwarsa maupun produk dengan kemasan rusak.
Produk dengan kemasan sachet menjadi yang paling banyak ditemukan dalam kondisi tidak layak. Menurutnya, jenis kemasan ini kerap luput dari perhatian pemilik toko. Beberapa di antaranya seperti tepung bumbu hingga aneka biskuit.
Selain melakukan pengawasan, BPOM Baubau juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat berbelanja, khususnya dalam memilih produk pangan olahan. Masyarakat diminta untuk menerapkan prinsip “Cek KLIK”, yaitu memeriksa Kemasan, Label, Izin edar, dan tanggal Kedaluwarsa sebelum membeli produk.
Melalui langkah pengawasan dan edukasi ini, diharapkan keamanan pangan di wilayah Baubau dan sekitarnya dapat semakin terjamin serta melindungi masyarakat dari risiko konsumsi produk yang tidak layak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....