Peralihan Puasa ke Lebaran, Saatnya Jaga Ritme Tubuh Tetap Stabil
- 31 Mar 2026 13:16 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Peralihan dari masa berpuasa selama Ramadan menuju momen Lebaran menjadi fase penting yang perlu diperhatikan dengan baik. Perubahan pola makan yang terjadi secara tiba-tiba berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan yang tepat. Hal ini disampaikan oleh Rimbawan, anggota Herbalife Nutrition Advisory Board, yang menyoroti pentingnya menjaga ritme tubuh tetap stabil setelah satu bulan berpuasa.
“Peralihan dari berpuasa ke bersantap dapat menjadi tantangan bagi kesehatan kita. Setelah mengakhiri puasa, banyak orang segera kembali pada kebiasaan makan sebelumnya, bahkan secara berlebihan seperti makan terlalu banyak serta mengonsumsi makanan tinggi kalori, lemak, gula, dan garam,” ujar Rimbawan, Selasa 31 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa setelah menjalani puasa selama sekitar satu bulan, sistem pencernaan belum tentu siap untuk langsung memproses makanan berat. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare, sekaligus meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti obesitas, hipertensi, dan penyakit jantung.
Menurutnya, perubahan pola makan dan gaya hidup yang drastis selama masa libur Lebaran juga berpotensi memperbesar risiko penyakit kronis, termasuk diabetes. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk mengubah pola makan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi kembali dengan baik.
“Perubahan pola makan secara mendadak dapat berdampak pada kesehatan, terutama jika diiringi kebiasaan makan berlebihan selama Lebaran,” jelasnya.
Untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang terdiri dari sayur, buah, karbohidrat, protein, dan lemak sehat. Asupan protein dinilai penting untuk membantu memperbaiki jaringan tubuh, menjaga massa otot, serta mengontrol nafsu makan.
| Baca juga: Puasa Nyaman Dengan Jaga Cairan Tubuh |
Selain itu, aktivitas fisik tetap perlu dilakukan, seperti berjalan kaki atau olahraga ringan. Mengontrol porsi makan dan berhenti sebelum merasa terlalu kenyang juga menjadi langkah penting untuk mencegah konsumsi berlebih.
Menjaga hidrasi tubuh, tidur yang cukup, serta mengelola stres juga tidak kalah penting selama masa Lebaran. Nutrisi seperti asam lemak omega-3, vitamin D, antioksidan, dan asam amino triptofan dapat membantu menjaga kesehatan fisik sekaligus mental.
Ia juga menyoroti tantangan saat Lebaran, yakni sulitnya menolak berbagai hidangan khas yang umumnya tinggi lemak dan gula. Masyarakat dapat menyiasatinya dengan cara yang sopan, seperti menyampaikan sedang menjaga kesehatan atau memilih alternatif yang lebih sehat seperti buah.
“Pertahankan gaya hidup sehat dan nikmati Lebaran secara seimbang untuk mengurangi risiko penyakit kronis. Gaya hidup sehat juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup serta membuat kita lebih produktif,” tutup Rimbawan. (Kayla Maiza - Mahasiswa Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 Jakarta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....