Hoarding Disorder, saat Rumah Tak Lagi Jadi Rumah

  • 30 Mar 2026 16:49 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Pernah melihat rumah yang dari luar biasa saja, tapi saat pintu terbuka, ruang tamunya tak lagi hidup? Kursi tertutup kardus, meja makan jadi pulau barang, dapur tinggal lorong selebar badan. Di beberapa rumah, tempat tidur pun hanya menyisakan satu jalur sempit.

Dari luar, mudah sekali orang melabeli pemalas, jorok, tidak disiplin. Tapi menurut laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Ayo Sehat, apa yang terjadi bukan sekadar berantakan. Bisa jadi itu adalah Hoarding Disorder, gangguan kesehatan jiwa yang membuat seseorang sangat sulit berpisah dengan barangnya .

Bukan Sekadar Kolektor

Bedanya dengan kolektor? Kolektor merapikan barangnya dengan bangga. Penderita hoarding justru menyimpan barang secara berantakan sampai rumahnya tak bisa difungsikan. Mulai dari koran bekas, baju usang, sampai kantong plastik, semuanya ditimbun dengan alasan nanti pasti kepakai atau sayang kalau dibuang.

Akibatnya, dapur tak bisa dipakai masak, tempat tidur penuh tumpukan, dan lorong-lorong menyempit. Ini bukan soal estetika atau kerapian rumah, tapi sudah masuk ranah kesehatan dan keselamatan.

Lebih Dalam dari Sekadar Malas

Kenapa seseorang bisa begini? Ternyata ada faktor pemicu yang cukup kompleks. Kemenkes mencatat, beberapa pemicunya antara lain:

  1. Trauma masa lalu, seperti ditinggal orang yang dicintai atau pernah kehilangan harta karena bencana.
  2. Kesulitan ekonomi di masa lalu yang membuat seseorang takut kekurangan.
  3. Pola asuh di keluarga yang tidak diajari cara memilah barang.
  4. Gangguan mental lain, seperti depresi atau OCD (Obsessive Compulsive Disorder).

Yang paling rumit, kebanyakan penderita hoarding tidak sadar bahwa perilakunya bermasalah. Mereka merasa baik-baik saja, padahal barang-barang itu sudah membahayakan. Mereka juga biasanya menarik diri dari lingkungan, malu jika ada tamu datang, dan hidup dalam isolasi .

Bukan Cuma Kotor, Tapi Berbahaya

Tumpukan barang ini bukan cuma bikin rumah kotor. Ini adalah bom waktu:

  • Bahaya kebakaran: Tumpukan kertas dan kardus menghalangi jalan keluar.
  • Bahaya fisik: Mudah jatuh atau tertimpa barang yang ambruk.
  • Kesehatan: Sarang tikus, kecoa, dan jamur akibat sulit dibersihkan .

Bagaimana Mengatasinya?

Kalau ada anggota keluarga atau tetangga yang mengalami ini, jangan langsung main sapu bersih atau buang barang diam-diam. Tindakan itu bisa bikin trauma dan justru memperparah kondisi karena kepercayaan dirinya hancur.

Langkah terbaik adalah ajak berkonsultasi ke psikolog atau psikiater. Terapi yang paling manjur untuk kasus ini adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Terapi ini mengajarkan penderita untuk:

  • Mengambil keputusan saat memilah barang.
  • Menahan dorongan untuk menimbun.
  • Mengelola kecemasan saat harus membuang barang .

Jadi, jika melihat rumah tetangga atau saudara yang mulai tenggelam oleh barang, ingatlah: mereka mungkin sedang berjuang melawan pikirannya sendiri, bukan sekadar malas bersih-bersih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....