Studi: Konsumsi Oat 2 Hari Turunkan Kolesterol

  • 28 Mar 2026 17:06 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • Diet oat ketat selama 48 jam menurunkan kolesterol LDL hingga 10 persen pada peserta dengan sindrom metabolik.
  • Efek perbaikannya masih terlihat hingga enam minggu, dan perubahan paling besar muncul pada pola dua hari.
  • Oatmeal dapat menjadi pelengkap pola makan sehat, tetapi bukan pengganti obat atau terapi dokter.

RRI.CO.ID, Gorontalo, Bonn - Studi baru menemukan konsumsi oat selama dua hari dapat menurunkan kolesterol jahat. Efeknya bahkan masih terlihat hingga enam minggu setelah program singkat itu berakhir.

Penelitian ini dilakukan oleh tim Universitas Bonn dan dimuat dalam jurnal Nature Communications. Hasilnya menyorot manfaat diet oat jangka pendek pada orang dengan sindrom metabolik.

Sindrom metabolik adalah kumpulan gangguan yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Kondisi ini mencakup kelebihan berat badan, gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tidak sehat.

Pada fase dua hari, peserta kelompok oat mengonsumsi 300 gram oatmeal setiap hari. Asupan itu dibagi dalam tiga kali makan dengan tambahan sedikit buah atau sayuran.

Dalam waktu sama, peserta juga memangkas asupan kalori harian hampir setengah dari biasanya. Kelompok kontrol ikut mengurangi kalori, tetapi tidak mengonsumsi oat selama intervensi.

Sebanyak 32 peserta menuntaskan program konsumsi oat selama dua hari dalam fase utama penelitian. Rinciannya, 17 orang berada di kelompok oat dan 15 orang di kelompok kontrol.

Kedua kelompok sama-sama mendapat manfaat dari pembatasan kalori selama penelitian. Namun, kelompok oat menunjukkan perubahan yang lebih kuat pada sejumlah indikator kesehatan.

Kadar kolesterol LDL pada kelompok oat turun sekitar 10 persen setelah intervensi singkat itu. Penurunan tersebut dinilai cukup besar, meski belum setara dengan obat modern.

Peserta kelompok oat juga kehilangan berat badan rata-rata sekitar dua kilogram. Tekanan darah mereka ikut turun sedikit setelah menjalani pola makan berbasis oat.

Tim peneliti juga menelusuri perubahan yang terjadi di dalam usus para peserta. Mereka menemukan oat membantu bakteri usus menghasilkan senyawa fenolik yang mendukung metabolisme kolesterol.

Salah satu senyawa yang diamati adalah asam ferulat, yang dinilai menjanjikan bagi kesehatan metabolik. Peneliti juga melihat mikroba usus membantu mengurangi senyawa yang terkait resistensi insulin.

Dalam fase lain, peserta mengonsumsi 80 gram oatmeal per hari selama enam minggu tanpa diet ketat. Hasilnya tetap ada, tetapi perbaikannya lebih kecil dibanding pola dua hari.

Peneliti menilai pola oat jangka pendek dapat menjadi cara yang mudah ditoleransi tubuh. Marie-Christine Simon mengatakan, “Metode ini dapat membantu menjaga kolesterol tetap normal.”

Solusi praktisnya adalah menjadikan oatmeal polos sebagai bagian dari pola makan sehat dan terukur. Tambahkan buah segar secukupnya, kurangi gula berlebih, dan tetap konsultasikan terapi dengan tenaga medis.

Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....