Toxic Parenting Picu Perkembangan Sosial Emosional Anak Terhambat

  • 24 Mar 2026 12:30 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Keluarga memiliki peranan utama dalam proses tumbuh kembang anak, khususnya melalui pola asuh yang diterapkan oleh orang tua. Pemilihan pola asuh yang kurang tepat dapat berdampak negatif pada perkembangan anak, baik saat ini maupun di masa mendatang.

Berdasarkan penelitian dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau tahun 2025 tentang dampak toxic parenting, disebutkan bahwa orang tua dengan pola asuh yang tidak sehat berpotensi mengganggu perkembangan sosial dan emosional anak, khususnya pada usia 4 hingga 6 tahun.

Toxic parenting dapat memicu berbagai masalah psikologis pada anak, seperti kecenderungan menyakiti diri sendiri (self-destructive), rendahnya rasa percaya diri, hingga perasaan tidak berharga. Selain itu, anak juga cenderung mengalami kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.

Dari sisi sosial, anak yang tumbuh dalam lingkungan toxic parenting kerap mengalami kesulitan berteman, sulit beradaptasi dengan lingkungan, serta menjadi terlalu sensitif dalam interaksi sehari-hari. Sementara secara emosional, anak cenderung menjadi penakut dan mudah cemas, terutama saat berhadapan dengan orang baru.

Lebih jauh, anak-anak tersebut berpotensi memiliki pandangan negatif terhadap diri sendiri, mengalami stres, kecemasan, bahkan mimpi buruk yang berkaitan dengan rasa bersalah. Jika tidak ditangani, pola asuh yang tidak sehat ini dapat terus berlanjut dari generasi ke generasi.

Para orang tua diimbau untuk lebih bijak dalam menerapkan pola asuh dengan meluangkan waktu bersama anak serta memahami pendekatan yang sesuai dengan tahapan perkembangan mereka. Hal ini penting untuk memastikan anak tumbuh dengan kondisi sosial dan emosional yang sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....