Pengemudi Wajib Waspada Microsleep meski Musik Keras

  • 21 Mar 2026 17:51 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Mengandalkan musik keras saat berkendara jarak jauh kerap dianggap ampuh mengusir kantuk. Namun faktanya, cara ini tidak cukup efektif mencegah microsleep atau kondisi tertidur singkat yang berbahaya bagi pengemudi.

Fenomena microsleep menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi, terutama saat arus mudik atau perjalanan jarak jauh. Microsleep adalah kondisi ketika seseorang tertidur selama beberapa detik tanpa disadari, meskipun mata tampak terbuka.

Banyak pengemudi mencoba mengatasi rasa kantuk dengan memutar musik keras. Sayangnya, cara ini hanya memberikan efek sementara. Ketika tubuh sudah mengalami kelelahan, rangsangan suara tidak lagi cukup untuk menjaga kesadaran tetap optimal.

Secara ilmiah, microsleep terjadi akibat kurangnya waktu istirahat dan kualitas tidur yang buruk. Otak secara otomatis “mematikan” sebagian fungsi untuk beristirahat, meskipun tubuh masih beraktivitas, termasuk saat mengemudi.

Kondisi ini sangat berbahaya karena dalam hitungan detik saja, kendaraan bisa melaju tanpa kendali. Pada kecepatan tinggi, kehilangan fokus selama 3–5 detik dapat berakibat fatal.

Gejala microsleep sering kali sulit dikenali. Namun beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai antara lain mata terasa berat, sering menguap, kehilangan fokus, hingga tidak mengingat beberapa detik perjalanan yang baru saja dilalui.

Para ahli keselamatan berkendara menyarankan agar pengemudi tidak hanya mengandalkan musik atau minuman berkafein. Istirahat yang cukup sebelum perjalanan menjadi kunci utama untuk mencegah microsleep.

Selain itu, pengemudi dianjurkan berhenti setiap dua hingga empat jam untuk beristirahat. Tidur singkat selama 15–30 menit terbukti lebih efektif mengembalikan konsentrasi dibandingkan sekadar mendengarkan musik keras.

“Keselamatan di jalan tidak boleh dikompromikan. Jika sudah merasa mengantuk, sebaiknya segera menepi dan beristirahat. Jangan memaksakan diri,” ujar seorang praktisi keselamatan transportasi.

Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya microsleep, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menjaga kondisi tubuh saat berkendara. Perjalanan aman bukan hanya soal sampai tujuan, tetapi juga memastikan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya. (UKJ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....