Pasca Puasa, Pola Makan Perlu Disesuaikan Bertahap
- 19 Mar 2026 19:08 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Setelah sebulan menjalani ibadah puasa, pola makan biasanya berubah secara drastis ketika memasuki perayaan Idul fitri. Beragam hidangan khas Lebaran yang kaya santan, gula, dan lemak sering kali dikonsumsi dalam jumlah banyak. Jika tidak diatur dengan baik, perubahan mendadak ini dapat membuat sistem pencernaan kaget.
Karena itu, penting untuk melakukan transisi pola makan secara bertahap setelah Ramadan. Salah satu cara yang dianjurkan adalah menghindari langsung mengonsumsi makanan dalam porsi besar setelah periode puasa berakhir. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali metabolisme dan kerja lambung setelah terbiasa dengan jadwal makan yang lebih teratur selama sebulan.
Selain itu, disarankan untuk menjaga keseimbangan menu makanan. Mengonsumsi makanan bergizi seperti buah, sayur, serta karbohidrat yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus mempertahankan energi tubuh. Pola makan yang terlalu berlebihan, terutama makanan tinggi lemak dan gula, berpotensi memicu gangguan pencernaan.
Pola makan sehat selama Ramadan tidak langsung ditinggalkan saat Lebaran. Kebiasaan makan teratur dan mengontrol porsi makanan tetap penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar setelah puasa.
Gangguan pencernaan seperti kembung, mual, hingga nyeri lambung dapat terjadi jika langsung makan berlebihan setelah berpuasa. Kondisi tersebut umumnya dipicu oleh perubahan pola makan yang terlalu cepat tanpa penyesuaian yang bertahap.
Oleh karena itu, momen Lebaran sebaiknya tetap diiringi dengan pola hidup sehat. Dengan mengatur pola makan secara bijak dan tidak berlebihan, kita dapat menikmati hidangan khas Idulfitri tanpa mengganggu kesehatan tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....