Sleman Catatkan 33 Kasus Campak, Dinkes Kejar Capaian Vaksinasi

  • 14 Mar 2026 13:37 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat terdapat 33 kasus positif campak sepanjang tahun 2026. Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama menyebut kasus campak didominasi oleh kasus impor. Artinya, penderita merupakan warga luar yang masuk ke wilayah Sleman. Cahya menyebut, sebagai langkah antisipasi masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kontak dengan bayi untuk mencegah penularan.

“Kalau orang yang sakit sebaiknya memang tidak mencium bayi,” kata Cahya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Cahya menambahkan campak termasuk dalam Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Saat ini capaian vaksinasi campak terbilang sudah tinggi di Sleman, yakni mencapai 95 persen. Dengan demikian, Sleman sejatinya sudah terlindungi terhadap penyakit campak. Meski demikian, pihaknya juga akan tetap mencegah penularan campak dengan mengejar capaian vaksinasi campak. Dinkes akan melakukan pendataan terkait dengan masyarakat yang belum melakukan vaksinasi campak.

“Akan kita data lagi oleh masing-masing puskesmas wilayah. Kemudian nanti itu akan kita berikan vaksinasi campak,” ucap Cahya.

Cahya mengatakan penyakit campak rentan terkena pada anak kecil. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Di sisi lain, masyarakat juga diajak untuk mengonsumsi makanan yang bergizi dan menjaga daya tahan tubuh.

“Selain makanan, juga terpengaruh dengan iklim tadi misalnya ini musim hujan yang berkepanjangan, banyak debu sehingga rentan memang anak-anak dan sebaiknya anak-anak yang yang sering sakit flu dan sebagainya itu dilakukan vaksinasi flu tahunan,” ujar Cahya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....