Faktor Penyebab Gerakan Tutup Mulut pada Anak

  • 13 Mar 2026 13:36 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Istilah Gerakan Tutup Mulut (GTM) digunakan untuk menggambarkan perilaku anak yang menolak makan atau sulit membuka mulut saat diberi makanan. Anak biasanya menunjukkan penolakan dengan menutup mulut, memalingkan wajah, melempar makanan, bahkan terlihat ingin muntah ketika melihat makanan.

Kondisi tersebut termasuk salah satu bentuk kesulitan makan (feeding difficulty) yang sering terjadi pada bayi, balita, hingga anak usia prasekolah. Gerakan tutup mulut kerap muncul pada masa pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Salah satu penyebabnya adalah masa pertumbuhan, seperti saat anak mengalami tumbuh gigi yang membuat gusi terasa nyeri sehingga anak enggan memasukkan makanan ke dalam mulut.

Dilansir dari laman Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (rsa.ugm.ac.id), GTM merupakan perilaku yang cukup umum pada anak. Namun kondisi ini sering membuat orang tua merasa cemas, terutama jika berlangsung lama dan memengaruhi asupan nutrisi anak.

Gerakan tutup mulut tidak terjadi tanpa sebab. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), GTM dapat dipicu oleh berbagai faktor, baik fisik maupun perilaku. Beberapa penyebab yang sering terjadi antara lain masalah kesehatan seperti tumbuh gigi, sariawan, infeksi saluran pernapasan, atau gangguan pencernaan yang menimbulkan ketidaknyamanan saat makan.

Selain itu, pola pemberian makan yang kurang tepat atau inappropriate feeding practice juga menjadi penyebab umum. Kondisi ini terjadi ketika cara atau jenis makanan yang diberikan tidak sesuai dengan usia maupun tahap perkembangan anak.

Faktor lain yang dapat memicu GTM adalah kebosanan terhadap makanan. Anak cenderung menolak makan jika menu yang diberikan kurang bervariasi, teksturnya tidak sesuai usia, atau tampilannya kurang menarik. Selain itu, faktor psikologis dan lingkungan juga berpengaruh, seperti trauma saat makan, kebiasaan dipaksa makan, atau adanya distraksi seperti bermain dan menonton saat waktu makan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, orang tua dapat menerapkan beberapa langkah. Di antaranya dengan membuat jadwal makan yang teratur, misalnya tiga kali makan utama dan dua kali makanan selingan setiap hari.

Orang tua juga dianjurkan menyajikan variasi makanan dengan warna, rasa, dan tekstur yang berbeda agar anak lebih tertarik untuk makan. Selain itu, penting menciptakan suasana makan yang menyenangkan tanpa paksaan agar anak merasa nyaman saat makan.

Jika anak sedang mengalami gangguan kesehatan atau ketidaknyamanan, orang tua juga perlu menyesuaikan jenis makanan yang diberikan. Dengan memahami penyebab GTM serta menerapkan pola pemberian makan yang tepat, kebutuhan nutrisi anak diharapkan tetap terpenuhi sehingga pertumbuhan dan perkembangannya tetap optimal..

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....