Upaya Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah

  • 01 Mar 2026 15:19 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Upaya penanggulangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia kini memasuki babak baru dengan pergeseran strategi dari pemberantasan nyamuk dewasa ke arah pemutusan rantai jentik. Demikian disampaikan Dokter Rachmat Latief dalam perbincangan lewat dialog bersama Pro 1 RRI Makassar, edisi Minggu, 1 Maret 2026

Dikatakan, pendekatan medis saat ini tidak lagi hanya mengandalkan metode konvensional, melainkan lebih mengedepankan aspek pencegahan dini sebelum nyamuk berkembang biak. Hal ini menjadi sangat krusial mengingat efektivitas penanganan DBD sangat bergantung pada kecepatan memutus siklus hidup nyamuk pembawa virus.

Dokter Rachmat Latief memberikan apresiasi terhadap pemahaman masyarakat mengenai gerakan "3M Plus" yang mencakup menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas. Namun, beliau menekankan bahwa komponen "Plus" dalam gerakan tersebut kini memiliki peran yang jauh lebih signifikan dibandingkan sebelumnya. Inovasi dalam komponen inilah yang diharapkan menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus demam berdarah di berbagai wilayah.

“3M plus, jadi di samping menguras, menutup, mendaur ulang, di plus-nya itu ada satu, Jadi dulu yang pertama dulu saya sampaikan plus-nya Yang dulu itu kita melakukan fogging, itu kita memburu nyamuk dewasa untuk disemprot supaya mati, sekarang itu Pak Ricky, kita lebih cenderung untuk mematikan jentik nyamuknya sebelum menjadi nyamuk dewasa kemudian selain memberikan abate dan selain memberikan penyemprotan,” kata dr Rachmat.

Lebih lanjut Dokter Rachmat Latief mengatakan bahwa fokus utama pemerintah dan tenaga kesehatan adalah melakukan penyemprotan atau fogging. Metode ini bertujuan untuk memburu dan mematikan nyamuk-nyamuk dewasa secara langsung melalui paparan bahan kimia.

“Nah kemudian selain memberikan abate dan selain memberikan penyemprotan, juga dikembangkan sejenis nyamuk yang bisa memakan jentik tersebut untuk tidak berkembang lagi menjadi nyamuk dewasa," kata Dokter Rachmat Latief dalam perbincangan bersama RRI.

Strategi terkini yang diterapkan lebih cenderung berfokus pada upaya mematikan jentik nyamuk sebelum mereka memiliki kesempatan untuk bertransformasi menjadi nyamuk dewasa. Selain penggunaan bubuk abate yang sudah umum dilakukan masyarakat, pemberian penyemprotan yang tepat sasaran juga tetap dipertahankan. Langkah-langkah ini bertujuan agar populasi nyamuk Aedes aegypti dapat dikendalikan secara lebih masif dan terukur sejak fase awal kehidupan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....