Atur Minum saat Puasa agar Ginjal Tetap Sehat

  • 28 Feb 2026 12:35 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Menjalankan ibadah puasa bukan berarti tubuh kekurangan cairan secara permanen. Meski tidak minum selama kurang lebih 12–14 jam, kebutuhan cairan tetap bisa terpenuhi dengan pengaturan pola minum yang tepat saat sahur dan berbuka.

Ginjal sebagai organ vital berfungsi menyaring limbah dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Karena itu, menjaga asupan air selama Ramadhan menjadi kunci agar fungsi ginjal tetap optimal dan terhindar dari risiko dehidrasi.

Menurut data dari World Health Organization (WHO), kebutuhan cairan orang dewasa rata-rata sekitar 2 liter per hari, tergantung aktivitas dan kondisi tubuh. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga mengimbau masyarakat tetap menjaga kecukupan cairan selama berpuasa untuk mencegah gangguan kesehatan, termasuk masalah ginjal. Berikut beberapa cara mengatur minum saat puasa agar ginjal tetap sehat:

1. Terapkan Pola 2-4-2

Pola minum 2-4-2 cukup populer dan direkomendasikan banyak ahli kesehatan. Caranya:

  • 2 gelas saat berbuka
  • 4 gelas antara berbuka hingga sebelum tidur
  • 2 gelas saat sahur

Total delapan gelas atau sekitar dua liter per hari tetap bisa terpenuhi meski berpuasa.

2. Jangan Tunggu Haus

Rasa haus adalah tanda tubuh sudah mulai kekurangan cairan. Saat berbuka, biasakan langsung minum air putih sebelum mengonsumsi makanan berat atau minuman manis berlebihan.

3. Batasi Minuman Berkafein

Minuman seperti kopi dan teh bersifat diuretik atau memicu peningkatan produksi urine. Mengonsumsinya secara berlebihan saat malam hari dapat mempercepat pengeluaran cairan tubuh dan meningkatkan risiko dehidrasi keesokan harinya.

4. Perhatikan Warna Urine

Warna urine bisa menjadi indikator sederhana kondisi hidrasi. Jika berwarna kuning pucat atau jernih, tubuh cukup cairan. Namun jika berwarna kuning pekat hingga gelap, itu tanda perlu meningkatkan asupan air saat waktu berbuka dan sahur.

5. Konsumsi Buah Kaya Air

Buah seperti semangka, melon, jeruk, dan timun mengandung kadar air tinggi yang membantu menjaga hidrasi tubuh. Mengombinasikan air putih dan makanan kaya cairan akan membantu kerja ginjal tetap stabil.

6. Hindari Minum Berlebihan Sekaligus

Minum dalam jumlah banyak sekaligus saat berbuka tidak membuat tubuh menyimpan cadangan air lebih lama. Justru, cairan akan cepat dikeluarkan. Lebih baik minum secara bertahap hingga waktu sahur.

Puasa yang dijalankan dengan pola hidup sehat justru dapat membantu tubuh melakukan detoksifikasi alami. Dengan pengaturan minum yang tepat, ibadah tetap lancar dan kesehatan ginjal pun terjaga sepanjang Ramadhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....