Benarkah Orang Dengan Tekanan Darah Tinggi Tidak Boleh Makan Daging Kambing

  • 31 Mei 2026 20:06 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Di masyarakat, masih banyak beredar anggapan bahwa penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi tidak boleh mengonsumsi daging kambing. Mitos ini sering muncul terutama saat momen Iduladha atau acara keluarga yang menyajikan olahan daging kambing.

Namun, apakah anggapan tersebut benar menurut ilmu kesehatan. Berikut penjelasannya:

1. Daging Kambing Tidak Secara Langsung Menyebabkan Hipertensi

Dikutip dari MayoClinic, Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa daging kambing bukan penyebab langsung naiknya tekanan darah. Hipertensi umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keturunan, pola makan tinggi garam, obesitas, kurang aktivitas fisik, stres, serta kebiasaan merokok.

Daging kambing sendiri mengandung protein, zat besi, vitamin B12, dan berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, daging kambing pada dasarnya aman bagi sebagian besar orang.

2. Mengapa Tekanan Darah Terasa Naik Setelah Makan Kambing?

Beberapa orang mengaku merasa pusing atau tekanan darah meningkat setelah mengonsumsi daging kambing. Kondisi ini sering kali bukan disebabkan oleh dagingnya secara langsung, melainkan oleh cara pengolahannya.

Banyak hidangan kambing dimasak dengan:

  • Garam berlebih.
  • Santan dalam jumlah banyak.
  • Lemak tambahan.
  • Bumbu yang tinggi natrium.

Kandungan garam yang tinggi diketahui dapat meningkatkan tekanan darah, terutama pada penderita hipertensi.

3. Penderita Hipertensi Tetap Boleh Mengonsumsi Daging Kambing

Bagi penderita hipertensi, daging kambing masih dapat dikonsumsi dengan beberapa catatan:

  • Batasi porsinya dan jangan berlebihan.
  • Pilih bagian yang tidak terlalu berlemak.
  • Hindari pengolahan dengan terlalu banyak garam.
  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah sebagai pendamping.
  • Tetap minum obat sesuai anjuran dokter jika sedang menjalani pengobatan hipertensi.

Pola makan secara keseluruhan jauh lebih berpengaruh terhadap tekanan darah dibandingkan hanya satu jenis makanan tertentu.

4. Kandungan Gizi Daging Kambing

Daging kambing mengandung:

  • Protein berkualitas tinggi.
  • Zat besi yang membantu pembentukan sel darah merah.
  • Vitamin B12.
  • Seng (zinc) yang mendukung sistem imun.
  • Kalium yang berperan dalam menjaga fungsi tubuh.

Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan lemak total pada daging kambing cenderung lebih rendah dibandingkan beberapa jenis daging merah lainnya, tergantung pada bagian daging yang dikonsumsi.

5. Siapa yang Perlu Lebih Berhati-hati?

Orang dengan kondisi berikut sebaiknya membatasi konsumsi daging merah, termasuk daging kambing:

  • Hipertensi yang tidak terkontrol.
  • Penyakit jantung tertentu.
  • Kolesterol tinggi.
  • Asam urat yang sering kambuh.
  • Gangguan ginjal tertentu.

Namun pembatasan tersebut sebaiknya disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan yang menangani kondisi masing-masing.

Anggapan bahwa penderita hipertensi sama sekali tidak boleh makan daging kambing tidak sepenuhnya benar. Daging kambing bukan penyebab langsung tekanan darah tinggi. Yang lebih perlu diperhatikan adalah jumlah konsumsi, cara pengolahan, serta pola makan secara keseluruhan. Dengan porsi yang wajar dan pengolahan yang sehat, banyak penderita hipertensi tetap dapat menikmati daging kambing tanpa masalah berarti.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....