Fenomena Brain Rot Soroti Bahaya Scroll Secara Berlebihan
- 27 Feb 2026 10:50 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Kebiasaan menggulir media sosial tanpa tujuan atau mindless scrolling kini menjadi perhatian serius dan disorot sebagai trend global. Fenomena ini bahkan mendapat pengakuan dunia setelah Oxford University Press memilih istilah “Brain Rot” sebagai kata tahun 2024.
Isu tersebut turut dibahas dalam konten edukatif di kanal YouTube Suara Berkelas bersama Okki Sutanto, seorang penulis sekaligus pengusaha dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Dalam podcast tersebut, Okki menyoroti tingginya durasi waktu layar masyarakat Indonesia, yang rata-rata mencapai 5 hingga 6 jam per hari untuk mengakses media sosial.
“Waktu itu TikTok merilis data rata-rata orang Indonesia per bulan itu menghabiskan 40 jam untuk scrolling TikTok. Bayangkan kalau 40 jam itu dipakai buat belajar bahasa. Setahun sudah bisa khatam,” ujar Okki Sutanto.
Data tersebut menunjukkan bahwa pengguna TikTok di Indonesia menghabiskan sekitar 40 jam per bulan hanya untuk menonton dan menggulir konten. Waktu ini dinilai setara dengan durasi yang cukup untuk mempelajari keterampilan baru secara konsisten dalam jangka panjang apabila dimanfaatkan secara produktif.
Fenomena mindless scrolling disebut sebagai aktivitas yang sepenuhnya merupakan pilihan individu. Namun, kebiasaan ini dinilai berpotensi mempengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup apabila tidak dikelola dengan baik.
Sejumlah pakar kesehatan mental dan psikolog yang turut membahas isu ini sepakat bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat berdampak negatif, terutama terhadap fokus, produktivitas, serta keseimbangan hidup generasi muda di era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....