Waspada Takjil Berformalin, Begini Ciri-Cirinya
- 19 Feb 2026 18:43 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai POM di Mamuju mengingatkan warga Sulawesi Barat mewaspadai takjil mengandung formalin, boraks, dan pewarna tekstil yang membahayakan kesehatan.
Kepala Balai POM di Mamuju, Burham Sidobejo, menjelaskan konsumen sebenarnya dapat mengenali takjil berbahaya dengan memanfaatkan pancaindra saat membeli makanan.
“Misalnya ada bahan tambahan yang dilarang ditambahkan ke pangan, seperti boraks, formalin, metanil yellow, rhodamin B, dan seterusnya,” jelas Burham.
Ia mencontohkan ikan, ayam, atau tahu berformalin biasanya tidak dikerumuni lalat, berbau menyengat, dan lebih awet dari 24 jam penyimpanan.
“Kalau mengandung formalin, ayam atau ikan itu lalat tidak mau hinggap, padahal normalnya justru menarik lalat untuk berkumpul,” ujarnya.
Sementara itu, boraks kerap membuat bakso dan kerupuk terasa sangat kenyal dengan rasa agak getir atau sepat menusuk di lidah, tidak seperti kekenyalan alami.
Burham menegaskan bahan kimia berbahaya tersebut tidak dibutuhkan tubuh dan dalam jangka panjang dapat merusak ginjal serta mengganggu susunan saraf pusat.
Ia mengajak masyarakat lebih cermat mengamati warna, aroma, dan tekstur takjil, serta menolak produk yang tampak tidak normal agar tidak lagi memiliki pasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....