Anak Aktif atau Hiperaktif? Ini Perbedaannya Menurut Ahli

  • 26 Jan 2026 12:06 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Anak yang tampak selalu bergerak sering kali langsung dicap hiperaktif, padahal belum tentu demikian. Oleh sebab itu, orang tua perlu memahami perbedaan anak aktif dan hiperaktif agar pendampingan yang diberikan tepat sejak dini.

Pada umumnya, anak aktif memiliki energi tinggi, gemar bergerak, dan senang bereksplorasi, namun masih mampu mengikuti arahan. Anak aktif juga tetap dapat berkonsentrasi pada aktivitas tertentu sesuai situasi dan tahap perkembangannya.

Berbeda dengan itu, anak dengan hiperaktivitas menunjukkan perilaku yang lebih berlebihan dan sulit dikendalikan. Meski telah diarahkan, anak hiperaktif kerap kesulitan untuk tenang atau fokus dalam waktu tertentu.

Baca juga: Mendidik Anak Harus Dimulai dari Rumah

Pada masa toddler, yakni usia satu hingga tiga tahun, anak memang berada dalam fase emas eksplorasi lingkungan. Di tahap ini, anak secara alami banyak bergerak, menyentuh berbagai benda, berlari, dan melompat sebagai bagian dari proses tumbuh kembangnya.

Namun, ketika memasuki usia empat tahun ke atas, perilaku terlalu aktif yang terus berlanjut dan sulit diarahkan perlu mendapat perhatian khusus. Kondisi tersebut sebaiknya dievaluasi lebih lanjut oleh tenaga profesional.

Dokter Spesialis Anak, Nunki Andria menjelaskan, hiperaktivitas tidak hanya ditandai dengan aktivitas fisik berlebihan. “Anak yang hiperaktif tidak hanya aktif bergerak, tetapi juga sering tidak mampu menunggu giliran atau tetap tenang saat diminta,” ujarnya dalam siniar Youtube Kata Dokter “Cara Membedakan Anak Aktif dengan Hiperaktif” yang dikutip RRI pada Senin, 26 Januari 2026.

Baca juga: Forum Anak Serang Dorong Korban Bullying Berani Bicara

Selain itu, anak hiperaktif sering mengalami kesulitan mempertahankan fokus, terutama saat belajar. Hal ini berbeda dengan anak aktif yang umumnya masih mampu menyesuaikan diri serta berkonsentrasi ketika diberikan instruksi.

Ciri lain yang kerap muncul pada anak hiperaktif meliputi sikap tidak sabar, mudah terdistraksi, serta perilaku impulsif dalam berbagai situasi. Oleh karena itu, peran orang tua dan guru sangat penting dalam mengenali pola perilaku anak sejak dini.

Apabila perilaku hiperaktif berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu fungsi sosial maupun akademik, pemeriksaan medis sangat dianjurkan. Evaluasi oleh dokter membantu memastikan kondisi anak serta menentukan langkah pendampingan yang sesuai.

Baca juga: Salat Jadi Fondasi Karakter Anak Sejak Dini

Selain pemeriksaan, terapi perilaku dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu anak mengelola fokus dan emosi secara bertahap. Pendekatan ini bertujuan agar anak lebih tenang, mampu berkonsentrasi, dan beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

Dengan dukungan keluarga, penanganan medis yang tepat, serta pemahaman dari lingkungan sekitar, kualitas hidup anak dapat meningkat. Anak dengan hiperaktivitas pun tetap memiliki peluang tumbuh dan berkembang secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....