Dinkes Lebak Ajak Warga Cegah Penyebaran DBD

  • 11 Mei 2026 19:26 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mengajak masyarakat membudayakan kebersihan lingkungan guna mencegah penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut. Kepala Dinkes Kabupaten Lebak Eka Darmana Putra mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran DBD seiring tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.

Menurutnya, kondisi cuaca yang terkadang hujan dan diselingi panas berpotensi memicu berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab penyakit DBD. “Kami mengharapkan masyarakat mewaspadai penyebaran DBD karena kondisi cuaca saat ini sangat berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk,” ujar Eka Darmana Putra, Senin, 11 Mei 2026.

Ia mengatakan, upaya pencegahan paling efektif dilakukan dengan membudayakan kebersihan lingkungan melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan penerapan 3M Plus. Gerakan 3M Plus tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Masyarakat juga diimbau untuk menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk spray maupun repellent saat beraktivitas. Dinkes juga mengingatkan warga untuk memasang kasa pada ventilasi atau lubang angin rumah agar nyamuk tidak mudah masuk ke dalam ruangan.

Menurut Eka, gerakan PSN dan 3M Plus dinilai lebih efektif dan murah dalam memutus mata rantai penyebaran penyakit DBD dibanding hanya mengandalkan fogging. “Kami minta masyarakat bergotong royong untuk membudayakan kebersihan lingkungan dengan gerakan PSN dan 3M, karena lebih efektif dan murah untuk memutus mata rantai penyebaran kasus DBD,” katanya.

Pihaknya, kata dia terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit menular dengan menginstruksikan petugas kesehatan di seluruh puskesmas untuk aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Selain upaya pencegahan, Dinkes Lebak juga menyiapkan langkah penanganan medis melalui tindakan preventif dan kuratif bagi masyarakat yang terjangkit DBD.

Selama ini, kasus DBD dilaporkan tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Lebak, terutama di wilayah padat penduduk seperti Rangkasbitung, Malingping, Maja, Warunggunung, Cibadak, Gunungkencana, dan Sajira. “Kami berharap masyarakat memiliki kepedulian untuk menjaga kebersihan lingkungan agar penyebaran DBD bisa ditekan,” ujar Eka.

Ketua RT 01 RW 09 Kelurahan Muara Ciujung Timur, Rangkasbitung, Iman mengatakan dalam sepekan terakhir kasus DBD di wilayahnya mengalami peningkatan. Ia menyebutkan, sedikitnya delapan warga di lingkungan setempat sempat menjalani pengobatan akibat terjangkit DBD.

“Dari delapan orang itu, lima di antaranya sudah dinyatakan sembuh, satu masih dirawat di RS Misi, dan dua lainnya mengalami gejala. Sementara di RT 02 ada dua warga yang positif DBD,” kata Iman.

Menurutnya, warga kini mulai meningkatkan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan guna mencegah bertambahnya kasus DBD di wilayah tersebut. Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Lebak, kasus DBD pada periode Januari hingga Februari 2026 tercatat sebanyak 234 kasus dan tidak ditemukan adanya korban meninggal dunia.

Pemerintah Kabupaten Lebak berharap keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini dapat membantu menekan angka penyebaran DBD sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....