Guru Besar ITS Kembangkan Bioremediasi Berbasis Bakteri

  • 20 Jul 2026 21:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pencemaran lingkungan masih mengancam kualitas tanah, air, dan udara di berbagai wilayah. Guru Besar ke-249 ITS, Prof Ipung Fitri Purwanti, mengembangkan teknologi bioremediasi berbasis bakteri untuk mengatasinya.

Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan ITS itu memanfaatkan mikroorganisme untuk memulihkan lingkungan tercemar. "Bioremediasi menggunakan bakteri memulihkan tanah, air, dan udara yang tercemar," ujarnya, Senin, 20 Juli 2026.

Selama lebih dari dua dekade, Ipung meneliti pemulihan lingkungan menggunakan berbagai jenis bakteri. Penelitiannya mencakup bakteri tunggal maupun bakteri yang bersimbiosis dengan tanaman.

Riset diawali dengan mengisolasi bakteri yang hidup alami di lokasi tercemar. "Mikroorganisme yang telah beradaptasi lebih efektif menguraikan polutan," kata Ipung.

Penelitiannya memanfaatkan Bacillus cereus, Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus gallinarum. "Staphylococcus gallinarum memiliki kemampuan resistensi dan degradasi lebih baik," ucapnya.

Ipung juga mengembangkan konsorsium bakteri untuk menguji efektivitas proses remediasi. "Kombinasi bakteri tidak selalu lebih unggul dibandingkan satu jenis bakteri," katanya.

Penelitian tersebut telah diuji di laboratorium dan kawasan kilang minyak di Sumatera. "Bakteri mampu menurunkan kadar pencemar hidrokarbon serta berpotensi menangani logam berat," ucapnya.

Ipung berharap teknologi bioremediasi bermanfaat menyelesaikan persoalan lingkungan secara berkelanjutan. Inovasi ini mendukung SDGs tentang air bersih, perubahan iklim, dan pelestarian ekosistem daratan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....